TEMAN TAPI MESRA MEMBAWA SENGARA

~ 1139 Views

Hati-hati kalau hati sedang berbunga-bunga karena sedang jatuh cinta. Amber Guyger, Sheriff Dallas, asyik chatting dengan Teman Tapi Mesranya, sehingga gagal fokus. Saat memasuki ‘apartemennya’, dia mendapati pintu apartemennya tidak terkunci. Saat dibuka tampak seorang pria kulit hitam asyik menonton televisi sambil menikmati ice cream. Entah karena gugup atau takut diserang lebih dulu, polisi 31 tahun itu langsung mencabut pistolnya dan menembak dada pria itu. Seketika itu juga dia kaget karena itu bukan apartemennya.  Apartemennya terletak di lantai yang berbeda,namun terlambat. Peluru sudah menembus dada kiri Botham Jean. Saat menunggu kedatangan petugas yang dipanggilnya, nyawa Botham tak tertolong. Karena keteledorannya, Amber terancam hukum penjara.

Berita yang saya baca saat berangkat ke kantor pagi hari ini memberi kita pelajaran berharga.

Pertama, polisi juga manusia. Artinya, meskipun dia dituntut kerja profesional, ternyata bisa lengah. Gangguan sekecil apa pun, termasuk asyik chatting dengan TTM-nya, berakibat fatal.

Kedua, meskipun sedang asyik chatting—dengan siapa pun—pastikan bahwa kita tetap sadar lingkungan. Berapa banyak orang yang terjeblos selokan atau terbentur tiang listrik, bahkan sampai tertabrak kendaraan karena asyik main gadget. Seorang sahabat mengaku keliru masuk toilet wanita gara-gara gagal fokus.

Ketiga, penyesalan seringkali datang terlambat. Amber pasti menyesal berat karena asal tembak. Seandainya dia berhenti chatting saat mulai naik ke apartemennya, dia tidak akan salah lantai, apalagi salah apartemen. Antisipasi jelas lebih baik ketimbang reaktif. Kita butuh menjadi pribadi yang proaktif di mana dan kapan pun kita berada.