5 TANDA PACAR YANG BERPOTENSI MELAKUKAN KDRT SETELAH MENIKAH

~ 706

Summer. Sore hari. Decitan rem mobil sport terdengar dari beranda rumah. Begitu saya membuka pintu rumah, seorang cewek nongol dengan wajah memelas. Kenapa matamu? tanya saya begitu melihat lingkaran ungu di sebelah matanya. Kebentur pintu, Kak Xavier.

Udah you pulang saja. Saya nggak mau dibohongi!

Begitu mendengar ketegasan saya, dari wajah yang sedari tadi mendung tertumpahlah hujan membasahi pipinya. Lalu dengan terbata-bata dia menceritakan bahwa wajahnya dipukul pacarnya.

Pacarmu yang tadi mengantarmu ke sini?

Anggukannya membuat saya berkata, Tampaknya pacarmu bukan orang yang baik. Mengapa saya berkesimpulan demikian? Dari caranya mengendarai dan menurunkan ceweknya begitu saja tanpa memastikan apakah ceweknya bisa masuk rumah membuat saya melakukan intellectual guessing bahwa dia memang cowok brengsek.

Siti Nurbaya di Era Milenial

Dari mulutnya yang tak henti-hentinya terisak, cewek itu, sebut aja Bunga, menceritakan bahwa pacarnya bukan pilihannya. Mamanyalah yang menyodorkan cowok itu kepadanya hanya karena ortu cowok itu orang kaya di Indonesia.

Saya sudah punya pacar dari keluarga biasa-biasa, tetapi Mama menolak pilihan saya dan mendesak saya untuk jalan bersama cowok tadi, ujarnya.

Di zaman now, masih ada ortu yang mewarisi perjodohan zaman Situ Nurbaya. Apa anak generasi melineal bisa menerima?

Polisi Perilaku di Down Town

Malam hari saya sedang berada di down town. Selesai makan saya mau kembali ke rumah di suburb. Tiba-tiba saya mendengar keributan. Rupanya ada pasangan muda-mudi yang sedang bertengkar hebat. Tidak jauh dari sana, tampak seorang petugas sedang berjaga dengan mata elangnya mengawasi pertengkaran itu. Jika salah satu melakukan tindakan kekerasan, maka dia akan segera turun tangan. Hebat nian polisi di sini. Dia sudah antisipasi sebelum terjadi. Bukan berkata kecolongan setelah buah dimakan kalong!

Dari dua peristiwa yang berbeda di atas, saya merenungkan apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah KDRT terjadi. Karena korban KDRT mayoritas wanita, alangkah baiknya jika kita tahu ciri-ciri cowok yang suka melakukan KDRT agar cewek-cewek tidak dijadikan samsak hidup.

Bersumbu Pendek

Ketika kecil saya pernah melihat seorang pemuda bermain petasan. Dia senang menyalakan petasan lalu dilemparkan ke orang-orang yang lewat. Suatu kali, sebelum sempat dilempar, petasan itu meledak di tangannya. Hati saya berkata, Senjata makan tuan!

Tipe cowok bersumbu pendek seperti petasan. Gampang meledak! Emosi itu penting dalam sebuah hubungan. Namun, jika emosional, apalagi sangat emosional, maka inilah sumbu pendek yang membuat amarah seseorang gampang meledak. Hindari cowok semacam ini agar Anda tidak ikut jadi korban.

Samsak Bernama Pintu

Samsak atau adalah alat bantu bagi petinju untuk berlatih. Bentuknya seperti guling yang digantung di sasana tinju. Jika setiap kali jengkel atau bertengkar cowok Anda suka memukul apa saja yang ada di dekatnya, hati-hati. Perilaku ini merupakan kelanjutan dari sumbu pendeknya. Ledakannya berupa satu atau rentetan tinju ke benda-benda di dekatnya. Pintu pun bisa jebol oleh pukulannya.

Jika didekati cowok semacam ini, hati-hati agar tidak berlanjut sampai pernikahan. Mengapa? Karena nantiatau malah pada saat pacaran seperti gadis yang menemui saya di atasAndalah yang jadi samsak hidup.

Handphone Terbang

Pernahkan Anda melihat pasutri bertengkar dan piring beterbangan di rumah itu? Saya pernah membaca seorang suami yang menyesal karena piring yang dilemparkan ke arah isterinya mengenai palang pintu dan pecahannya menancap di leher isterinya. Dalam perjalanan ke rumah sakit, karena panik, suami itu mencabut pecahan itu sehingga darah isterinya muncrat dan mengakibatkan kematiannya.

Piring bukan satu-satunya obyek yang bisa dijadikan perang bintang antar pasutri. Benda-benda apa saja bisa jadi senjata. Jika cowok Anda terbiasa melemparkan barang-barang di sekitarnya ke arah Anda, misalnya handphone, pikir seribu kali untuk mau jadian dengannya. Mengapa? Selain sangat emosional, dia pun tidak sayang membuang barang berharga. Saya punya teman yang kalau marah, arloji mahal pun dibantingnya. Jika dia terbiasa membuang barang berharga, tidakkah Anda takut jika Anda yang kelak dibuangnya?

Pantang Mundur

Pahlawan yang maju terus pantang mundur sampai memperoleh kemenangan kita junjung tinggi. Namun, jika ada cowok yang biarpun salah tidak pernah mau mundur, apalagi mengalah dalam perselisihan, inilah salah satu awal dari tindakan kekerasan. Begitu dia kalah omongan, dia akan menggunakan senjata pamungkasnya: pukulan atau tamparan!

Dari buku-buku yang saya banyak, Dari situs science & tech, saya memperoleh data bahwa wanita bicara 13.000 kata lebih banyak dari pria. Nah, karena kalah amunisi, cowok yang tidak mempunyak kendali diri yang baik bisa melampiaskanya lewat tindak kekerasan. Jadi, jika cowok sudah main pukul saat kalah berdebat, hindari saja.

Mencintai Teroris

Pernah dengar kisah sandera yang justru mencintai penyanderanya? Kristin, salah satu sandera, bahkan membatalkan pertunangannya dengan pacarnya dan memilih untuk bersama cowok yang sudah menyanderanya mulai dari 23-28 Agustus 1973. Keanehan yang disebut Stockholm Syndrome ini dipopulerkan oleh kriminolog sekaligus psikiater Nils Bejerot.

Anda tanpa sadar bisa menjadi seperti Kristin saat mencintai cowok yang suka KDRT. Mengapa? Karena dulunya cowok ini sering diperlakukan yang buruk oleh ortunya. Jadi, korban yang bermetamorfosir jadi pelaku. Jika ortu yang menganiaya dia mamanya, hati-hati, karena Anda bisa jadi korban pengalihan dendam. Karena takut atau tidak bisa melawan mamanya sendiri, dia melampiaskan kepada gadis yang bisa dia jadikan korban. Jika Anda mau jadi cowoknya, Anda bukan saja fakta nyata analisis Nils Bejerot tapi juga pasti bonjrot.

Jika saya mengungkapkan ciri-ciri cowok yang berpotensi KDRT bukan berarti saya menutup rapat-rapat pintu pertobatan dan mukjizat. Saya amat percaya itu. Saya pun menyaksikan contohnya. Namun, jika Anda tidak siap atau tidak mau menjalani proses pertobatannya yang seringkali bukan saja menguras air mata tetapi juga pencurahan darah, lebih baik mundur sebelum hancur. Dunia tidak selebar daun kencur! Toh masih banyak cowok di luar sana yang sudah meninggalkan bau kencur dan secara nature sudah mature.

%d bloggers like this: