ANAK RAJA: Hidup sebagai Anak-anak Terang

~ 33jp 11 pvc 9 GA 33

Kita diciptakan sesuai dengan gambar Allah, oleh karena itu marilah kita hidup menurut gambar itu! ~ Xavier Quentin Pranata
Ada sebuah kisah tentang seekor singa yang tersesat setelah dilahirkan. Untungnya, dia diselamatkan dan dibesarkan oleh seekor induk domba. Induk domba itu membesarkannya sama seperti membesarkan anak-anaknya. Induk domba itu mengajarnya makan rumput dan, meskipun gigi anak singa itu tumbuh besar dan otot rahangnya kuat, tetapi singa itu terus makan rumput. Induk domba juga mengajarnya mengembik seperti seekor domba.
Meskipun paru-parunya besar dan kuat, anak si­nga itu tetap mengembik. Dan, tentu saja induk domba juga mengajarinya cara berjalan. Meskipun anak singa itu berjingkat-jingkat lucu seperti anak-anak domba lainnya, namun dia merasa bahwa kakinya terlalu kuat untuk melakukan pekerjaan seperti itu.
Suatu hari, setelah tumbuh menjadi singa yang kuat dan dewasa, singa itu bertemu dengan serombongan singa. Singa itu memperhatikan bagaimana mereka mengaum begitu dahsyat dan berlari dengan kencang dan gagah. Rombongan singa itu memberi­nya sepotong daging, dan ketika mencicipinya, singa itu merasa bahwa makanan ini jauh lebih enak dari­pada rumput. Dia merasakan betapa nikmatnya me­ngunyah daging. Singa itu bahkan bisa meremukkan tulang yang digigitnya. Singa itu kemudian sadar. “Saya seekor singa!” ujarnya dan dia berlari kembali untuk memakan semua domba yang ada … Oh, tidak! Ceritanya tidak berakhir dengan kesedihan seperti itu. Singa itu berlari dan bergabung dengan singa-si­nga yang lain. (Jim Burns dan Greg McKinnon, “The Sheep Lion.”)
“Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang.” (Ef. 5: 8)
Diambil dari Buku: 100 Kisah Yang Menggetarkan Jiwa Anda – Xavier Quentin Pranata
Untuk pemesanan buku-buku Xavier Quentin Pranata, Hubungi SMS/WA Vera 0838 5475 4408