Tiga Kata Mahapenting yang Sering atau Bahkan Sudah Kita Lupakan

~ 657 Views

Saat menulis ini, media online secara bersamaan menurunkan tulisan tentang Ustadz Abdul Somad yang lebih sering disingkat UAS. Mereka menanggapi ucapan UAS tentang adanya Jin Kafir di salib. UAS bahkan menyinggung ucapan ‘alleluia’ yang sering diucapkan umat Kristen dalam ibadah maupun percakapan.

Ada tiga golongan orang yang menanggapi ceramah UAS ini.

Pertama, yang tersinggung dan marah sehingga melakukan tuntutan baik secara pribadi maupun organisasi macam GMKI.

Kedua, orang yang tersinggung dan marah namun memilih untuk mengampuni dan melupakan. Mereka merasa jika ditanggapi malah memperkeruh kesatuan Indonesia.

Ketiga, orang yang tidak menganggap hal ini penting dan menganggapnya angin lalu.

Di antara ketiga golongan itu ada yang sama-sama di kubu yang sama, yaitu meminta agar UAS meminta maaf. Cukup. Permintaan ini bukan hanya datang dari kalangan Kristen dan Katolik, tetapi juga pemeluk Islam sendiri. Namun, seperti bertepuk sebelah tangan, permintaan maaf itu tak kunjung dilakukan. Justru yang terjadi, ada seorang pemimpin media beragama Islam yang meminta maaf kepada umat Kristen dan Katolik.

Maaf
Maaf adalah salah satu kata dari tiga kata yang sering dilupakan orang. Mengapa ada orang-orang yang sulit meminta maaf? Pertama, karena merasa dirinya benar, sehingga tidak perlu meminta maaf. Kedua, merasa dirinya kuat sehingga kalau tidak mau minta maaf kepada pihak yang tersakiti. Ketiga, gengsi. Dengan meminta maaf artinya dia mengakui kesalahannya. Padahal, tidak setiap orang yang meminta maaf pasti melakukan kesalahan. Setiap kali berada di pusat keramaian, khususnya di luar negeri, saat saya secara tidak sengaja menyenggol seseorang, dia secara spontan mengatakan, “Sorry”, padahal jelas-jelas saya yang salah.

Tolong
Pernahkah Anda meminta tolong saat Anda membutuhkan sesuatu kepada PRT? Karena merasa sudah membayar, maka saat meminta sesuatu atau mengerjakan sesuatu, golongan ini tidak merasa perlu meminta tolong. Meminta tolong menunjukkan dua hal. Pertama, kita memang butuh pertolongan. Kedua, kita menunjukkan sikap sopan.

Terima kasih
Pernahkah Anda berkata, “Terima kasih” kepada orang yang sudah memberi Anda sesuatu atau menolong Anda melakukan sesuatu? Setiap kali turun dari taksi online, saya selalu mengucapkan terima kasih kepada driver-nya karena telah mengantarkan saya ke tujuan dengan selamat. Sebelum menulis bagian ini, saya pergi ke bank untuk mencairkan tunjangan dosen saya. Meskipun saya harus menunggu lama sekali dan dilayani dengan lama juga karena sangat birokratis, saya mengucapkan terima kasih setelah urusan saya selesai.

Apakah ketiga kata di atas—maaf, tolong, terima kasih—sudah Anda lupakan atau masih Anda terapkan sampai hari ini. Mengapa tidak? Mengapa masih? Maaf sudah mengganggu waktu Anda untuk membaca tulisan ringan ini. Tolong kasih tanggapan atas tulisan saya. Terima kasih karena menyempatkan waktu untuk membacanya.