4 HUMOR TERLUCU SARAT ILMU YANG KUTEMU!

~ 706

“A day without laughter is a day wasted.”
~ Charlie Chaplin ~

Sejak dulu saya suka humor. Apalagi humor cerdas. Di rak buku perpustakaan pribadi saya, saya mengumpulkan banyak buku humor, khususnya yang berbahasa Inggris, yang saya kumpulkan dari satu negara ke negara lain yang saya kunjungi. Saya pun senang mendengarkan orang lain menceritakan humor mereka kepada saya. Tidak peduli apakah humor itu sudah pernah saya dengar atau belum. Selalu ada penekanan di sana sini yang membuat humor layak diceritakan, diceritakan, dan diceritakan kembali. Lebih lucu lagi, humor yang sama bisa diceritakan kembali dengan cara yang sama dan masih tetap lucu.

Ketika berkumpul bersama keluarga atau teman-teman dan kami mengalami apa yang sering disebut ‘mati gaya’, istri saya sering berkata, “Ayo Pa, ceritakan saja humor.” Karena dia sudah mendengar sebagian besar humor saya, kadang saya berkata, “Kamu saja yang cerita, San.” Jawabannya sungguh menggelikan, “Kalau saya yang cerita tidak lucu!” Wkwkwk.

Inilah 4 humor terlucu yang pernah saya dapat yang di dalamnya terkandung ilmu yang belum tentu pernah digali para penemu. Saya ceritakan kembali dengan versi saya.

Ban yang mana?

Empat pelajar sepakat untuk membolos bersama-sama dan pergi memancing. Saat mereka masuk kelas, meskipun mencoba menyelinap, ketahuan juga oleh guru, padahal guru itu sedang menghadap ke papan tulis. Setiap guru punya indera keenam yang sangat tajam sehingga tahu saja kelakukan nakal anak didiknya di belakangnya.

Begitu membalikkan badan, guru itu berkata, “Hai, kalian berempat, ke mana saja kalian tadi?”

Dengan wajah ketakutan mereka menjawab kompak, “Ban mobil kami bocor, Pak.”

“Baik kalau begitu, sehabis kelas tolong tinggal.”

Begitu kelas sepi, guru itu berkata, “Tadi saat kalian membolos, saya memberikan ujian kepada teman-teman kalian. Karena saya berbaik hati hari ini, kalian saya beri kesempatan untuk ujian ulangan. Silakan ambil kertas kosong. Ada empat soal di sini. Soal pertama bernilai 75 persen. Sisanya 25 persen. Jadi jika kalian bisa menjawab soal pertama saja, saya pastikan kalian lulus. Sebaliknya, bahkan jika kalian bisa menjawab tiga soal berikutnya, tetapi soal pertama kalian gagal, maka kalian tidak lulus ujian. Siap? Soal pertama: ‘Ban mobil yang mana yang bocor?’”

Tentu saja keempat pelajar itu pucat pasi, karena mereka tadi hanya janjian untuk menjawab bahwa mereka terlambat gara-gara ban mobil bocor, namun belum sepakat ban yang mana.

Humor di atas, meskipun tampak sepele, mengandung pelajaran yang tinggi. Sekali kita mengeluarkan kebohongan, konsekuensinya berat sekali. Satu kebohongan bisa jadi ditutupi dengan kebohongan lain, tapi sampai kapan? Sampai ketemu! Bukankah Indonesia sekarang sedang dilanda penyakit yang disebut ‘kebohongan dan pembohongan publik’ dengan black campaign, fraud dan hoax?

Sejak kentut pertama

Seorang istri dijanjikan diberi hadiah istimewa oleh suaminya. Syaratnya, dia harus bersedia ditutup matanya untuk kejutan. Begitu naik mobil suaminya menutup matanya. Dia dibawa berputar-putar dan kemudian berhenti. Isteri ini gelisah. Bukan karena ditutup matanya, tetapi karena perutnya mulas dan ingin kentut. Karena tahu suaminya benci dikentutin, dia menahan diri. Di suatu tempat, mobil berhenti. Dia dituntun ke sebuah tempat. Mereka masuk sebuah rumah. Saat duduk di atas sofa, suaminya berkata, “Tunggu sebentar di sini ya. Saya mau ambil barang di atas mobil.”

Begitu ditinggal, dia kentut berkali-kali sepuas-puasnya. Dia merasa begitu lega. Tidak lama kemudian sang suami kembali, membuka tutup matanya dan berkata, “Surprise!”

Ternyata suaminya membelikan rumah baru baginya. Namun, yang membuatnya kaget, ternyata dia tidak berada di ruangan sendirian. Di sana duduk papa dan mama mertua serta keluarga dekat.

Dengan malu-malu dia menyapa papa mertuanya, “Bapak, sejak kapan Bapak ada di sini?”

Dengan muka menahan amarah, sang mertua menjawab, “Sejak kentut pertama!”

Mutiara apa yang bisa ketika petik dari telaga kebijaksanaan di atas? Di mana pun kita berada, kita perlu menjaga integritas. Apa yang kita lakukan di tempat terang sama dengan yang kita lakukan di tempat tersembunyi. “Luar dalam sama,” kata orang. Oleh sebab itu, kita harus belajar behave, dilihat atau tidak dilihat orang. Pejabat yang tertidur atau ketahuan membuka situs porno ternyata tertangkap kamera wartawan televisi dan menjadi viral.

Suami takut istri

Di sebuah lapangan, komandan mengumpulkan anak buahnya. Dengan berapi-api dia menceritakan pentingnya menjaga kewibawaan angkatan. “Sebagai prajurit, kalian harus menjadi pria sejati. Siapa di antara kalian yang takut istri? Saya ingin tahu, para suami yang takut istri berdiri di sebelah kiri saya!”

Tanpa dikomando semua prajurit langsung bergeser dan berdiri di sebelah kiri komandannya dan hanya satu yang berdiri di sebelah kanannya.

Meskipun merasa malu punya anak buah yang sebagian besar takut istri, komandan masih punya harapan karena ada satu yang berdiri di sebelah kanannya. Dia panggil satu-satunya prajurit yang berdiri di sebelah kanannya dan berkata kepada semua prajurit yang di sebelah kirinya. “Coba kalian lihat, inilah contoh prajurit yang punya kewibawaan.” Kemudian, sambil berpaling kepada satu-satunya prajurit yang berdiri di sebelah kanannya, dia berkata keras, “Mengapa kamu berdiri di sana?”

Dengan wajah menunduk, prajurit itu menjawab, “Disuruh istri saya, Pak Komandan!”

Apa yang bisa kita pelajari dari humor di atas? Kewibawaan lebih bicara soal tekad pribadi ketimbang diajarkan. Pelajaran sebagus apa pun kalau tidak diterapkan percuma saja. Actions speak louder than words. Kira-kira begitu.

Kok rambut Mama memutih?

Ketika sedang masak di dapur, seorang ibu didatangi anaknya yang kecil. Sambil memegang rok mamanya, si kecil bertanya, “Ma, mengapa rambut Mama mulai ada rambut putihnya?”

Karena merasa bahwa inilah kesempatan baginya untuk mengajar anaknya tentang ketaatan, sang mama berkata, “Setiap kali engkau nakal dan tidak taat kepada mama, satu helai rambut hitam Mama berubah menjadi putih.”

Tanpa diduga-duga, sang anak manggut-manggut dan bergumam, “Sekarang aku tahu…Sekarang aku tahu….”

“Tahu apa?” tanya mamanya penasaran.

“Saya tahu mengapa rambut oma putih semua!”

Skak mat!

Pelajaran terbaik yang bisa kita ajarkan kepada anak-anak kita adalah keteladanan. Percuma kita mengajari anak sampai mulut berbusa jika apa yang kita lakukan berbeda dengan apa yang kita ajarkan. Walk your talk and talk your walk. Begitu orang bule katakan.

Cari hikmat di setiap hikayat, temukan pelajaran di setiap kejadian

“Ambil hikmahnya.” Begitu kalimat yang sering kita dengar di balik setiap peristiwa yang terjadi. Demikian juga dengan humor. Setiap kali membaca atau mendengar kisah humor, jangan sekadar tertawa, meskipun tertawa itu sehat. Namun, jangan lupa untuk menemukan mutiara kehidupan di setiap telaga cerita. Itu sebabnya di mana pun saya pergi, saya sering mengajak bicara orang-orang di sebelah saya apakah itu di atas bus, trem, train, ferry, atau pesawat terbang. Saya belajar bijak dari kisah orang lain. Apa yang bisa Anda petik dari keempat humor lucu sarat ilmu di atas?