TAK ADA BATAS ATAS

Diambil dari buku: Sukses Seutuhnya – Xavier Quentin Pranata

cut-credit-cards“Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi” (Amsal 22:7).

Profesional, belum lama ini seorang ibu datang ke kantor saya dan menceritakan tentang pergumulan ekonomi rumah tangganya. Rupanya dia menggunakan kartu kredit melebihi kemampuannya untuk membayar. Saya sarankan untuk berani menghadapi kenyataan. “Meskipun berat dan menyakitkan, proses ini harus Ibu jalani. Hadapi pihak bank dan katakan yang sebenarnya. Minta juga untuk dijadwal ulang agar Ibu bisa membayar dengan cicilan. Gunting saja kartu kredit Ibu. Jika kelak ekonomi Ibu sudah membaik, Ibu bisa apply lagi tetapi dengan batas kredit yang sesuai kemampuan Ibu,” saran saya.

Penulis kitab Amsal dengan jelas mengatakan bahwa orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi. Jika kita terjerat oleh kartu kredit, pihak bank akan menjadi majikan kita. Teror debt collector bisa membuat kita tidak tenang di dalam menjalani hidup. Kita akan terus-menerus dikejar-kejar dengan tagihan yang entah kapan lunasnya. Apalagi jika kita sudah terjebak dalam siklus gali lubang tutup lubang.

Profesional, itulah sebabnya kita perlu membaca kitab suci—terutama kitab Amsal—setiap hari agar kita bisa bijak di dalam menjalani hari-hari kita, khususnya dalam pengeluaran kita. Mari jaga agar pengeluaran kita tidak melebihi penghasilan kita. Jangan mudah tergiur dengan tawaran bunga 0. Meskipun kita bisa mencicil tanpa bunga, tetapi jika untuk mencicil saja kita berat, mengapa harus memaksa diri. Tuhan akan mencukupkan kebutuhan kita kalau kita bisa tahu diri dan jaga diri. (Xavier).

Doa: Bapa, aku bersyukur karena Engkau senantiasa mengingatkanku untuk terus menjaga hati dan diriku agar tidak boros.

Be Sociable, Share!