SAY SORRY

Diambil dari buku: 366 Renungan Untuk Menjadi Pribadi Profesional – Xavier Quentin Pranata

“Hanya akuilah kesalahanmu, bahwa engkau telah mendurhaka terhadap TUHAN, Allahmu” (Yeremia 3:13)

article-20141028612195144391000

Profesional, seorang teman tampak stress. Wajahnya murung. Ketika saya tanya mengapa, dia bercerita bahwa dia melakukan kesalahan yang cukup fatal. “Relasiku dengan bossku terganggu,” ujarnya lirih. Dia diminta untuk mewakili boss-nya untuk suatu urusan penting. Namun, ternyata tidak bisa. Dia mengalihkan tugas itu kepada orang lain. Bossnya tidak berkenan.

Setiap orang pasti pernah berbuat kesalahan. Sikap apa yang sebaiknya kita ambil saat kita melakukan kesalahan? Pertama, mengakui kesalahan. Ada orang-orang tertentu yang memutar otaknya sampai pusing hanya untuk mencari alasan agar kesalahannya tidak diketahui atau tidak ditimpakan kepadanya. Sikap ini justru akan memperburuk keadaan. Sikap profesional dan bertanggung jawab harus dimulai dari berani mengakui kesalahan yang kita lakukan. Kedua, minta maaf. Permintaan maaf seringkali menjadi terapi yang baik bagi perasaan bersalah. Dengan meminta maaf, kita menunjukkan bahwa kita adalah orang yang berubah. Ketiga, berusaha untuk tidak melakukan kesalahan lagi, terutama kesalahan yang sama.

Profesional, bagaimana jika kita mendapatkan hukuman atas kesalahan kita justru karena kita mengaku? Itu jauh lebih baik daripada pura-pura tidak tahu, apalagi pura-pura tidak bersalah. Kekebalan semacam ini berbahaya bagi hati nurani mereka. Justru hukuman dan konsekuensi yang akan kita terima itu akan menjadi rem yang pakem agar kita lebih berhati-hati di waktu yang akan datang.

Doa: Bapa, ampuni aku jika aku seringkali melanggar Firman-Mu. Ajar aku untuk lebih bersungguh-sungguh di dalam bekerja dan melayani-Mu.

Be Sociable, Share!