NILAI DIRI

Diambil dari buku: Sukses Sejati – Xavier Quentin Pranata
Untuk pemesanan buku-buku Xavier Quentin Pranata, Hubungi SMS/WA Vera 0838 5475 4408

“Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga” (Filipi 2:4).

istock_000016163134small

Profesional, saat saya menemani isteri dan anak ke Disney Land, karena berjalan terus sepanjang hari, pada malam harinya, kaki saya kram. Isteri dan anak mendekati panggung pertunjukan Tinker Bells. Saya mencari tempat yang agak pinggir di depan gerai penjual souvenir. Karena sudah tidak kuat berdiri, saya menyelonjorkan kaki saya ke depan dan mencari posisi duduk di lantai senyaman mungkin. Ketika pertunjukan semakin seru, semakin banyak saja orang yang berdiri di depan saya. Tentu saja, kedatangan mereka mengganggu pandangan saya. Namun, yang luar biasa, orang-orang asing yang tidak saya kenal dan mengenal saya, begitu melihat saya duduk di bawah, mereka dengan sopan menyingkir sambil berkata, “Sorry!”

Saya langsung merasa betah di negara orang ini. Sopan santun yang mereka tunjukkan patut diacungi jempol. Coba bayangkan dengan pertunjukan musik di tanah air. Berapa kali kita membaca di koran atau melihat di televisi korban meninggal karena terinjak-injak. Saya pernah mengalaminya. Suatu kali saya mengantar bibi saya untuk melihat pertunjukan film India. Begitu padatnya penonton sehingga ketika pintu dibuka, mereka berdesak-desakan untuk masuk sehingga bibi saya hampir terjatuh. Hal yang sama saya alami ketika mengantar keluarga ke sebuah theme park di tanah air. Begitu pintu masuk dibuka, penonton langsung merangsek ke depan tanpa menghiraukan orang di kiri kanannya.

Profesional, sikap mau menang sendiri itu tercermin juga di dunia bisnis. Ketika saya memberikan pelatihan peningkatan ethos kerja di sebuah perusahaan, saat menemani saya makan malam, menceritakan kisah yang menarik. Ada seorang nelayan yang membawa kepiting dalam sebuah keranjang yang tidak ada tutupnya. Ketika ditanya apakah dia tidak takut kepiting itu keluar, nelayan itu berkata, “Tidak bakal, karena setiap ada seekor saja kepiting yang mencoba merayap ke atas, kepiting yang lain segera menariknya turun!” Bukankah kita pun seringkali tidak menginginkan orang naik dan berusaha menjatuhkannya dengan berbagai cara? Mari mulai belajar berbisnis dengan santun. (Xavier).

Doa: Bapa, aku sungguh mengucap syukur Engkau memberiku nilai diri yang luhur dan unggul.

Be Sociable, Share!