MERDEKA ATAU MATI!

Diambil dari buku: Sukses Sejati – Xavier Quentin Pranata

“Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan” (2 Korintus 3:17). 

Profesional, sudah puluhan tahun bangsa Indonesia menghirup udara kemerdekaan. Namun, benarkah kita sungguh-sungguh merdeka? Ternyata kita masih terjajah. Kita dijajah oleh negara-negara lain bukan secara langsung tetapi lewat produk dan jasa mereka. Ketergantungan kita kepada produk dan jasa, bahkan modal dari luar masih sangat besar. Saat membaca berita di koran yang menulis dengan huruf besar “Jembatan Suramadu: Produk Kebanggaan Putra Bangsa” anak saya langsung komentar. “Lho, Pa, bukankah yang membangun adalah kontraktor dari China?” Pertanyaan itu seolah ingin menyadarkan kita bahwa jembatan yang megah itu belum murni buatan kita.

Saya pun masih ingat ketika saya bekerja di perusahaan minyak asing. Sebagian besar karyawan memang putra bangsa, tetapi orang-orang puncak yang memegang kendali baik pemikiran, permodalan maupun peralatan semuanya masih didatangkan dari luar negeri. Bagian kita adalah pekerjaan yang tidak terlalu menggunakan otak. Bagian yang paling penting masih diduduki orang-orang asing: Inggris, Amerika, Belanda dan Perancis.

Profesional, mari menengok ke India. Sebagai salah satu negara berpenduduk terbesar di dunia ini, dengan tingkat ekonomi yang miskin, ternyata sudah sangat maju di kancah dunia. Pendidikan di negara ini sangat dipentingkan, sehingga banyak doktor tingkat dunia yang berasal dari India. Bagaimana dengan negara kita? Kita masih memerlukan waktu yang panjang untuk mengejar ketertinggalan kita. Jangan kita tidur! Pekikan “Merdeka atau Mati!” seharusnya menjadi cambuk bagi kita untuk terus maju dan mandiri.

Doa: Bapa, berkati bangsa dan negaraku sehingga semakin merdeka dalam berbagai bidang.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *