MENJADI GURU PROFESIONAL

Diambil dari buku: Sukses Sejati – Xavier Quentin Pranata
Untuk pemesanan buku-buku Xavier Quentin Pranata, Hubungi SMS/WA Vera 0838 5475 4408

“Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat” (Yakobus 3:1).

teacher-31-280x235Profesional, belum lama ini sebuah sekolah meminta saya untuk melatih guru-guru mereka agar bisa mengajar lebih kreatif. Jujur saja, sebagai mantan dosen, saya sangat paham bahwa mengajar secara kreatif itu tidak mudah. Setiap hari, sebelum kita berada di kelas, kita harus melakukan persiapan yang panjang. Bahkan ketika saya mengajar di kelas SMI (Success Motivation Institute), saya selalu melakukan persiapan panjang sebelum mengajar. Ada beberapa pertanyaan yang harus kita tanyakan kepada diri sendiri.

Pertama, bagaimana saya bisa menyampaikan bahan yang berat dengan ringan agar murid atau mahasiswa bisa mengerti. Kita sering terjebak dengan paragdigma menghabiskan bahan atau kurikulum dari depdikbud tanpa berpikir lebih jauh apakah siswa kita mengerti dengan apa yang kita ajarkan tidak. Kita ngebut sendiri dengan kendaraan 5000 cc sementara siswa kita mengejar dengan susah payah. Itulah sebabnya waktu saya harus menggantikan seorang dosen Amerika yang pulang ke negaranya, saya tidak mentah-mentah mengajar berdasarkan diktak yang dia buat. Kedua, bagaimana saya bisa mengajar dengan hati? Kita seringkali berkutat dengan PR kita sendiri untuk bisa mengajar dengan baik sehingga mengabaikan faktor yang lebih penting lagi, yaitu relasi kita dengan anak didik. Anak-anak yang nilainya jelek seringkali kita cap sebagai anak bodoh, padahal kita tidak tahu bahwa mereka harus mencari uang sendiri untuk biaya sekolah/kuliahnya di tengah lingkungan keluarga yang tidak kondusif.

Profesional, menjadi guru yang profesional memang tidak mudah. Itulah sebabnya mengapa Firman Tuhan seakan-akan melarang kita untuk memasuki profesi guru karena bagi Tuhan, kita harus melakukan yang terbaik atau tidak sama sekali. Ibu Jan, seorang doktor di bidang pendidikan, ketika saya tanya, “Bagaimana jika ada guru yang tidak punya passion untuk mendidik?” menjawab dengan tegas, “Guru semacam ini lebih baik berhenti mengajar dan mencari pekerjaan lain!” Telak tapi tepat sasaran bukan? (Xavier).

Doa: Bapa, ajar aku memiliki hati seperti hati-Mu sehingga aku bisa mengerti kebutuhan siswa ketimbang kebutuhan saya sendiri.

Be Sociable, Share!