BERBAGI WARISAN

Diambil dari buku: From Jomblo To Bojo – Xavier Quentin Pranata
Untuk pemesanan buku-buku Xavier Quentin Pranata, Hubungi SMS/WA Vera 0838 5475 4408

Saya adalah anak laki-laki satu-satunya dari empat bersaudara. Saya amat disayang oleh papa dan mama. Meskipun bukan anak sulung, tetapi saya sangat dimanja oleh mereka karena saya satu-satunya laki-laki. Belakangan, saya merasa tidak nyaman di rumah. Penyebabnya, saudari perempuan saya sering berbisik-bisik dan berhenti bicara saat saya berada di dekat mereka. Mula-mula saya tidak terlalu curiga. Saya malah menuduh diri saya parno. Namun, belakangan saya tahu penyebabnya. Saya ternyata bukan anak kandung kedua orangtua saya. Saya sangat sedih dan terpukul. Apalagi setelah saya mendengar apa yang mereka bicarakan. Mereka membicarakan tentang hak waris. Mereka merasa hak mereka dikurangi karena ada saya, padahal sayalah yang selama ini menjadi penerus bisnis papa. Bagaimana cara menghadapi mereka dan menghilangkan rasa tidak nyaman.Tx. GBU.

Anda memang serba salah. Posisi Anda tidak menguntungkan. Namun, apakah Anda memang benar-benar bukan anak kandung mereka? Apakah papa dan mamamu pernah mengatakan hal itu? Apakah apa yang dikatakan oleh saudara-saudaramu perempuan benar adanya? Oleh sebab itu, Anda perlu mengeceknya langsung kepada kedua orangtua Anda. Temui mereka baik-baik dan katakana terus terang tentang kegundahan Anda. Meskipun demikian, katakana dengan terus terang bahwa Anda benar-benar menyayangi mereka. Temui juga adik dan kakak perempuan Anda. Katakan hal yang sama bahwa meskipun Anda ternyata benar bukan anak kandung mereka, Anda tetap mengasihi mereka seperti saudara kandung.  Bukankah selama ini perasaan Anda terhadap mereka demikian?

Setelah itu, temui mereka bersama-sama. Utarakan apa yang menjadik egundahan Anda. Jangan takut untuk mengutarakan perasaan Anda dengan bebas tanpa menjadi sentimental. Katakan bahwa apakah Anda anakkandung atau tidak,  Anda akan tetap menghormati kedua orangtua Anda seperti Anda menghormati orangtua kandung Anda sendiri. Kepada saudara-saudara perempuan Anda, katakana bahwa perasaanAnda tidak berubah. Anda tetap dan akan mengasihi mereka seperti saat Anda belum mengetahui bahwa Anda anak angkat.

Hal yang paling penting yang perlu Anda lakukan adalah mengucapkan terima kasih dan rasa syukur karena telah diterima sebagai anggota keluarga mereka. Meskipun apa yang Anda katakan  belum tentu diterima dengan sepenuh hati oleh mereka, Anda tetap perlu mengatakannya. Bukankah Anda tetap harus berterima kasih?

Soal warisan. Katakan bahwa Anda sudah senang bisa menjadi anggota keluarga mereka. Serahkan keputusan sepenuhnya kepada mereka. Apa pun yang menjadi keputusan mereka, terimalah dengan tangan terbuka. Saya tidak tahu apakah pengangkatan anak Anda dilakukan secara hukum atau hanya sekadar adat.

Jika keputusannya,  Anda tetap mendapatkan warisan, ucapkan terima kasih secara tulus. Anda juga bisa berkata bahwa Anda tidak akan mengecewakan kepercayaan mereka. Jadilah anak yang bisa mereka banggakan. Apalagi Anda memang benar-benar menjadi tulang punggung dalam arti Anda yang bekerja menggantikan papa Anda. Kepada adik dan kakak perempuan Anda, pastikan bahwa Anda bukan tipe orang yang mau menguasai perusahaan keluarga. Jika memungkinkan tunjukkan hal itu dengan tegas. Anda akan memelihara papa dan mama angkat Anda dan menolong saudara-saudara perempuan Anda.

Seandainya Anda harus kehilangan hak waris, saya percaya, Tuhan tidak akan meninggalkan Anda. Tunjukkan bahwa Anda mengasihi keluarga Anda dengan tulus. Bukankah Anda pun dulu diangkat mereka tanpa Anda mengerti apa-apa tentang hak waris.

Berdoalah memohon Tuhan member Anda hikmat untuk menghadapi masalah yang cukup pelik ini. Tuhan pasti menolong Anda melewati semua ini. Jika Anda melakukan hal yang baik, saya percaya sikap saudara-saudara perempuan Anda akan berubah.

Saya doakan agar Tuhan melembutkan hati saudara-saudara Anda untuk menerima Anda apa adanya. Tuhan Yesus memberkati.

Be Sociable, Share!