PENG “THE HALF-MAN” SHULIN”

setengah badan 9Bagaimana perasaan Anda jika tiba-tiba saja Anda mengalami kecelakaan dan salah satu bagian tubuh Anda harus diamputasi? Marah, sedih, stress, putus asa atau percampuran di antara semua itu? Banyak orang yang dulunya sehat dan kuat serta dikenal sebagai pekerja keras dan profesional tiba-tiba saja semangatnya turun sampai ke titik nadir. Meskipun begitu, ada orang-orang yang—walau terkena musibah yang sama, bahkan lebih parah—ternyata mampu bangkit kembali.

Salah satu dari yang sangat sedikit itu bernama Peng Shulin. Peng—sebelum mengalami kecelakaan—adalah seorang pengusaha sukses asal Shenzen, wilayah selatan Cina. Saat mengendarai mobilnya, sebuah truk menghantamnya, sehingga dia mengalami luka yang sangat parah. Bukan hanya kakinya yang harus diamputasi, tetapi separuh tubuhnya, sehingga peng—maaf—harus kehilangan pantatnya. Jika operasi tidak dijalankan, nyawanya akan melayang.

Karena operasinya sangat besar, dokter membutuhkan waktu dua tahun untuk melakukan banyak operasi yang bukan saja panjang, tetapi juga rumit. Maklum, para dokter harus menata ulang jaringan otot dan urat syaraf yang biasa melalui kedua kakinya. Para dokter di Rumah Sakit Bujie, Shenzen, harus bekerja keras dengan semangat yang tanpa mengenal lelah untuk ‘mereparasi’ organ-organ fital Peng. Lebih dari 20 dokter dikerahkan untuk pekerjaan yang hampir mustahil itu. Untuk menutup bagian bawah tubuhnya yang terluka saja, misalnya, dokter harus mengambilnya dari kulit kepala.

Walaupun tubuhnya tinggal separuh, semangat hidup Peng tetap utuh. Para dokter pun memuji semangatnya. “Kami hanya menuntutnya untuk melakukan pemeriksaan rutin, karena dia sangat sehat dibandingkan pria sebayanya. Peng sangat luar biasa karena dialah satu-satunya manusia di muka bumi ini yang bisa bertahan hidup meskipun tubuhnya tinggal separuh,” ujar Lin Liu.

Wakil Direktur Rumah Sakit Bujie ini menambahkan bahwa pihak rumah sakit telah memberikan perawatan terbaik mereka untuk memungkinkan semua itu terjadi. “Tak ada rintangan apa pun yang bisa menghalangi dirinya. Rahasianya adalah sifatnya yang penuh sukacita,” tambah Lin Liu.

Karena semangat juangnya  yang luar biasa inilah Peng Shulin kini menjadi motivator bagi orang-orang yang mengalami nasib yang sama. Meskipun kini tinggi tubuhnya hanya 77,5 cm Peng Shulin kini sudah bisa berjalan, meskipun dengan bantuan kaki palsu dari logam dan alat bantu (seperti yang biasa dipakai oleh orang lanjut usia. Lebih dahsyat lagi, Peng Shulin bangkit kembali dan membuka pasar swalayan dengan nama “Half-Man Price Store”.

Apa yang bisa kita pelajari?

Pertama, mental baja ternyata sanggup mengalahkan daging yang lemah. Semangatnya yang luar biasa inilah yang membuatnya bertahan hidup. Dia yakin bahwa Tuhan tidak akan mengecewakannya: “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum” (Yesaya 42:3).

Kedua, hati yang gembira. Buku Kebijaksaan menulis: “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang” (Amsal 17:22). Meskipun kedua kakinya diamputasi, tetapi burning desire di dalam dirinyalah yang membuatnya tetap kokoh berdiri.

Ketiga, kebaikan hatinya untuk memberi motivasi kepada orang-orang yang menderita patut dipuji. (Xavier, DBS)

Be Sociable, Share!