KESATUAN: Semua yang Penting dan Dibutuhkan

Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.—Pepatah Indonesia

Alat-alat tukang kayu sedang mengadakan konferensi. Saudara Palu bertindak sebagai ketua, tetapi tidak lama kemudian kelompok tersebut memintanya untuk pergi karena dia terlalu berisik. Saudara Palu berkata, “Jika aku meninggalkan toko tukang kayu, Saudara Gergaji juga harus pergi. Dia sangat tidak berarti sehingga dia tidak terlalu meninggalkan kesan.”

Saudara Gergaji bangkit dan berkata, “Baik, aku akan pergi, tapi jika aku pergi, Saudara Obeng harus pergi juga. Kamu harus memutar-mutarnya sebelum kamu dapat menggerakkannya kemana pun.”

“Jika kamu meminta, aku akan pergi,” kata Saudara Obeng, “Tetapi kemudian, Saudara Serut harus pergi. Semua pekerjaannya hanya di permukaan.”

Akan hal ini Saudara Serut menjawab, “Yah, Saudara  Penggaris, kamu juga harus mundur, karena kamu selalu mengukur orang layaknya satu-satunya orang yang paling benar.”

Saudara Penggaris mengadukan Saudara Amplas dan berkata, “Dia harus pergi karena dia lebih kasar dari semestinya. Dia selalu salah menggosok orang.”

Di tengah-tengah diskusi panas tersebut, tukang kayu masuk. Dia memakai celemeknya dan berjalan menuju bangku. Dia memakai palu, gergaji, obeng, serut, penggaris, amplas dan alat-alat lainnya. Saat hari kerja berakhir, dia menyelesaikan sebuah mimbar yang akan menjadi tempat Injil dikhotbahkan. (Baptist Leader)

“Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh” (1 Korintus 12:20).

Be Sociable, Share!