YANG TERPENTING

Diambil dari buku: 100 Kisah Cekak Yang Membuat Bijak – Xavier Quentin Pranata
Untuk pemesanan buku-buku Xavier Quentin Pranata, Hubungi SMS/WA Vera 0838 5475 4408

“Tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya” (Lukas 10:42).

Belum lama ini, di sebuah persekutuan kantor, saya meminta pemilik, direktur, staf dan para karyawan untuk mengambil dua lembar kertas. Di kertas pertama saya minta mereka menuliskan hal-hal apa yang paling penting dalam kehidupan mereka. Kemudian, di kerta lainnya, saya meminta mereka untuk membaginya menjadi tiga kolom dan menuliskan di atas masing-masing kolom “Sangat Penting”, “Kurang Penting”, dan “Tidak Penting”.

Setelah semuanya menulis, saya minta mereka untuk menganalisa satu per satu, apakah ada aktivitas yang mereka anggap sangat penting, tetapi justru tidak mereka lakukan. Sebaliknya, adakah hal-hal yang kurang atau bahkan tidak penting yang justru mereka lakukan? Sambil menulis, mereka tertawa semua. Mengapa? Karena ternyata banyak sekali hal yang mereka anggap penting ternyata tidak mereka kerjakan dan hal-hal yang kurang penting atau bahkan tidak penting yang mereka kerjakan.

Contohnya. Ada yang menulis bahwa keluarga itu penting, tetapi ketika mereka melihat daftar aktivias mereka, mereka tertawa karena waktu yang mereka habiskan untuk hal-hal lain jauh lebih besar ketimbang waktu yang mereka habiskan untuk keluarga. Yang lain lagi menuliskan bahwa olahraga itu penting, tetapi nyatanya mereka jarang sekali atau boleh dikatakan tidak pernah berolahraga. Sebaliknya, ada yang mengatakan bahwa menonton televisi itu tidak terlalu penting, tetapi mereka menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menonton sinetron dan telenovela.

Kekasih Tuhan, ternyata ada kesenjangan atau bahkan jurang yang dalam antara apa yang kita ketahui dengan apa yang kita lakukan. Kita tahu persis apa yang baik bagi kita, keluarga, pekerjaan, pelayanan, tetapi aktivitas yang kita lakukan justru tidak mendukung atau bahkan bertentangan dengan nilai-nilai yang kita anggap penting. Mari berubah.

Doa: Bapa, aku sungguh bersyukur karena Engkau berkali-kali mengingatkanku untuk melakukan yang terbaik.

Be Sociable, Share!