SABAR, JOHN, SABAR…!!!

Diambil dari buku: Kisah Inspirasional Plus – Xavier Quentin Pranata
Untuk pemesanan buku-buku Xavier Quentin Pranata, Hubungi SMS/WA Vera 0838 5475 4408

Firman Tuhan: “Kasih itu sabar” (1 Kor. 13:4).

Kisah Kehidupan:

Seorang pria eksekutif berjas dan berdasi sedang mendorong kereta bayi. Di dalamnya ada seorang anak batita (bawah tiga tahun) yang tampak rewel dan menangis sejadi-jadinya. Bapak itu tampak kebingungan. Keringat membasahi dahinya. Dia tampak gelisah. Dengan suara pelan dia bergumam, “Sabar John, Sabar!”

Meskipun pelan, karena ditekankan, suara itu terdengar oleh ibu-ibu di sekelilingnya. Mereka segera saja menaruh simpati kepada bapak ini.

Seorang ibu segera mendekati bapak ini untuk memberikan sedikit pertolongan dan penghiburan. “Wah, Anda sungguh luar biasa. Bayi serewel ini Anda masih sabar, tenang dan tidak emosi.”

“Menurut saya, John memang rewel. Jangan-jangan pampers-nya penuh?” tanya ibu lainnya.

“Kalau bayi rewel terus seperti itu, pasti ada yang tidak beres. Jangan-jangan dia sakit. Di mana sih ibunya?” seorang ibu lain ikut nimbrung.

Saat diberondong dengan pertanyaan ibu-ibu itu, bapak itu tampak semakin kebingungan. Ada keragu-raguan di wajahnya. Dia bingung mana dulu yang harus dia jawab. Akhirnya, setelah menghela nafas berkali-kali, dengan tersenyum kecut, bapak itu berkata, “John itu nama saya, Bu. Bukan anak saya. Namanya Michael. Saya sebenarnya tidak sesabar itu. Emosi saya hampir meledak. Agar saya tidak berbuat yang kasar, saya mencoba menyabarkan diri saya sendiri!”

Kekasih Tuhan, jika kita tertawa dengan kisah di atas, jangan-jangan kita menertawakan diri kita sendiri. Oleh sebab itu, Firman Tuhan pada hari ini menunjukkan bahwa kesabaran itu merupakan salah satu buah roh. Jika kita memiliki kasih sejati, kita pasti belajar untuk sabar baik terhadap orang lain maupun diri sendiri. Kesabaran tidak muncul dengan sendirinya. Orang yang bernama Sabar—lebih tepatnya diberi nama Sabar oleh orangtuanya—tidak otomatis menjadi orang yang sabar. Kita harus berlatih keras untuk menjadi orang yang sabar.

Doa: Bapa, ampuni jika aku kadang-kadang tidak sabaran. Beri aku kekuatan untuk bisa bersabar menghadapi apa pun.

Lima M:

  1. Membaca: Baca 1 Korintus 13; Galatia 5:22; 1 Timotius 6:11.
  2. Mempelajari: Dari surat Galatia kita tahu bahwa kesabaran merupakan salah satu buah roh dan di dalam surat Paulus kepada Timotius, penulis sebagian besar Kitab Perjanjian Baru ini mengajar kita untuk mengejar kesabaran. Artinya, kesabaran tidak berjalan secara alami. Kita harus mengusahakannya.
  3. Merenungkan: Jika Anda merenungkan diri Anda sendiri, apakah Anda termasuk orang yang sabar? Jika ya, apa yang membuat Anda sabar. Jika tidak, mengapa demikian? Hal-hal apa saja yang membuat Anda sering tidak bisa menahan diri? Usaha apa yang sudah Anda lakukan untuk bisa sabar dalam menghadapi segala sesuatu?
  4. Mempraktikkan: Dalam minggu ini, cobalah menghitung berapa kali Anda marah terhadap hal-hal sepele? Bisakah Anda mengurangi jumlahnya? Coba ambil nafas panjang sebelum mengaluarkan kata-kata pedas atau tindakan yang merugikan Anda.
  5. Memberitakan: Coba lihat di sekeliling Anda. Adakah orang-orang yang menurut Anda orang yang tidak sabaran? Pikirkan cara-cara kreatif untuk mengajarkan kesabaran kepadanya tanpa membuatnya tersinggung dan tidak sabar.

Ayat Hafalan: “Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.” (Asm. 16:32 TB)

Be Sociable, Share!