MATEMATIKA TUHAN

mathb

Diambil dari buku: 100 Wisdoms For Enriching Your Soul – Xavier Quentin Pranata
Untuk pemesanan buku-buku Xavier Quentin Pranata, Hubungi SMS/WA Vera 0838 5475 4408

Pernah nggak Anda  berpikir:

  1. Mengapa PLUS dikali PLUS hasilnya PLUS?
  2. Mengapa MINUS dikali PLUS atau sebaliknya PLUS di kali MINUS hasilnya MINUS?
  3. Mengapa MINUS di kali MINUS hasilnya PLUS?

 

 

Hikmahnya adalah: Misalkan (+) PLUS = BENAR (-) MINUS = SALAH Maka…

  1. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu hal yang BENAR adalah suatu tindakan yang BENAR.    Rumus matematikanya :    + x + = +
  2. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu yang SALAH atau sebaliknya mengatakan SALAH  terhadap sesuatu yang BENAR adalah suatu tindakan yang SALAH.    Rumus matematikanya :  + x – = –   atau   – x + = –
  3. Mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang  SALAH adalah suatu tindakan yang BENAR.    Rumus matematikanya :    – x – = +

Pelajaran  itu ternyata mengandung  makna KEBENARAN, yang bisa kita ambil sebagai PELAJARAN HIDUP.

Kisah yang dikirimkan seorang sahabat kepada saya itu mengingatkan saya akan 4 pertanyaan penting bagi setiap anggota Rotary dalam berpikir, berkata atau berbuat:

Pertama, apakah hal itu benar?

Kedua, apakah hal itu adil bagi semua yang terlibat?

Ketiga, apakah hal itu akan membangun kemauan baik dan persahabatan yang lebih baik?

Keempat, apakah hal itu bermanfaat bagi semua yang terlibat?

Firman Tuhan memberikan jawaban yang luar biasa. Pertama, “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat” (Matius 5:37). Dan Brown dalam bukunya Inferno, yang terdiri dari 104 bab, berulang kali mengulang kalimat yang dia kutip dari karya Dante Aleghieri yang menyatakan dengan tegas bahwa neraka yang paling dalam ditujukan untuk mereka yang tetap bersifat netral di tengah krisis moral. Artinya, dibutuhkan ketegasan. Firman Tuhan juga tegaskan: “Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku” (Wahyu 3:16).

Kedua, “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu” (Filipi 4:8). “Janganlah memutarbalikkan keadilan, janganlah memandang bulu dan janganlah menerima suap, sebab suap membuat buta mata orang-orang bijaksana dan memutarbalikkan perkataan orang-orang yang benar” (Ulangan 16:19).

Ketiga, “Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun” (Roma 14:19).

Keempat, “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu” (Yeremia 29:7). Firman Tuhan ini jelas bahwa apa yang kita pikirkan, ucapan dan lakukan akan berpengaruh bagi kota di mana kita tinggal. Alangkah indahnya jika keberadaan kita bisa menjadi berkat dan nama Tuhan dipermuliakan.

Be Sociable, Share!