I LOVE INDONESIA

Diambil dari buku: Life Is Colorful – Xavier Quentin Pranata
Untuk pemesanan buku-buku Xavier Quentin Pranata, Hubungi SMS/WA Vera 0838 5475 4408

love-indonesiaDi luar Hotel Orchard, seorang turis Jepang, mau pergi ke bandara, naik taksi. Di jalan, tiba-tiba sebuah mobil dengan kencang menyalip taksi si Jepang. Dengan bangga si Jepang teriak, “Ah Toyota, made in Japan, very fast!”
Tidak berapa lama kemudian, mobil lain juga menyalip taksi si Jepang lagi! Si Jepang teriak lagi, “Aah Nissan, made in Japan, very fast!”
Tidak berapa lama lagi, lewat lagi satu mobil, menyalip taxinya si Jepang dan dia teriak lagi, “Aah Mitsubishi, made in Japan, very fast!”
Kali ini sopir taksi jengkel juga melihat penumpangnya yang terlalu nasionalis. Sesampai di bandara, sopir taksi bilang ke si Jepang ‘100 dollars please.’”
“100 dollars?! It’s not that far from the hotel!” sahut si Jepang kaget bukan main.
“Aah, Argometer, made in Japan, very fast sir!” sahut si sopir Singapura dengan tersenyum lebar.

Kisah yang mirip pernah saya dengar saat saya melayani di Australia. Seorang turis dari Texas, Amerika sedang naik mobil di Calgury, gurun yang terkenal di Aussie. Turis Amrik itu berkata, “Ah, dibandingkan di Amerika gurun ini masih kalah luas.” Saat melihat pertambangan di sana, turis di Amerika berkata lagi, “Di Texas, pertambangan kami jauh lebih besar.”

Turis itu terus dan terus membanggakan Amerika. Tiba-tiba di hadapan mereka meloncat seekor kanguru. Karena belum pernah melihat binatang berkantong itu sebelumnya, turis itu bertanya, “Apa itu tadi?”

Dengan tersenyum lebar, orang Australia itu berkata, “Lho, Anda belum pernah melihat belalang Australia?” Turis Amerika itu melongo dan tidak komentar apa-apa lagi setelah itu.

Bagaimana dengan Indonesia? Kita juga punya guyonan yang jauh lebih asyik. Suatu kali ada seorang turis bule datang ke Indonesia. Dia mengira bahwa Indonesia itu masih primitif. Begitu mendarat ke bandara Soekarno Hatta, orang itu terus menerus membanggakan negaranya dan menghina Indonesia.

Saat melihat orang sedang membangun jalan tol, turis itu bertanya, “Sudah berapa lama mereka membangun jalan tol itu?”

“Sudah tiga tahun,” jawab temannya.

“Ah, kalau di negara kami tidak sampai satu tahun sudah jadi,” ujar turis itu sombong.

“Kalau itu? Berapa lama mereka membangunnya?” tanyanya sambil menunjuk sebuah gedung pencakar langit.

“Kira-kira dua tahun,” ujar yang ditanya.

“Lama banget sih? Di negara saya enam bulan sudah jadi!”

Tiba-tiba turis itu melihat monas. “Eh, bangunan apa itu yang tinggi menjulang?” tanyanya.

Sambil tetap melihat ke jalan, sahabatnya itu berkata, “Entah ya. Tampaknya kemarin belum ada!”

Ternyata orang Indonesia lebih jago ya. Makanya, marilah kita galakkan produksi dalam negeri. Jika handphone yang jelas-jelas buatan luar negeri saja mengiklankan varian barunya dengan punch line “I love Indonesia”, mengapa kita yang orang Indonesia sendiri tidak bangga dengan batik, tempe, wayang dan tari kecak? Jika tidak, nanti malah di-klaim oleh Malingsia, eh Malaysia!

Be Sociable, Share!