BERIMAN

Diambil dari buku: Faith Is Powerful – Xavier Quentin Pranata
Untuk pemesanan buku-buku Xavier Quentin Pranata, Hubungi SMS/WA Vera 0838 5475 4408

Seorang petinggi NASA di Kennedy Space Center menjelaskan kepada seorang wartawan bagaimana sebuah pesawat ruang angkasa yang membawa manusia mendarat di Mars. Wartawan itu bertanya bagaimana pesawat itu membawa kembali manusia pulang ke bumi.

“Hal itu membutuhkan rencana yang kompleks,” ujar perwakilan NASA itu. “Rencana itu dimulai dengan kata-kata, ‘Bapa kami di surga.’”

Kita bisa saja tertawa dengan kisah di atas, namun, ada penjelasan yang lebih menarik. Jika disingkat dengan satu kata saja, maka ucapan petinggi NASA itu adalah IMAN. Sebenarnya, bukan hanya menerbangkan manusia ke Mars saja yang membutuhkan iman. Setiap aspek kehidupan kita di muka bumi ini membutuhkan iman. Mau bukti?

Coba ingat apa yang Anda lakukan sejak bangun pagi tadi. Begitu bangun, Anda mungkin langsung mandi dan gosok gigi. Saat mandi Anda yakin BERIMAN bahwa sabun yang Anda pakai itu bagus dan tidak merusak kulit Anda. Anda pun BERIMAN bahwa pasta gigi Anda tidak akan merusak gigi Anda. Setelah itu Anda sarapan pagi. Misalnya saja telor setengah matang, sandwich dan segelas susu. Sekali lagi Anda BERIMAN bahwa semua makanan yang Anda santap dan minuman yang Anda tenggak tidak mengandung bakteri, kuman atau bahan kimia yang membahayakan tubuh Anda.

Lalu Anda berangkat ke kantor. Jika Anda memakai kendaraan pribadi, Anda BERIMAN bahwa kendaraan itu  pasti bisa membawa Anda ke kantor. Jika Anda naik angkot Anda lebih BERIMAN lagi bahwa sopirnya tidak ugal-ugalan dan tidak ada copet di kendaraan yang Anda tumpangi. Coba Anda teruskan, maka dalam satu hari saja Anda sudah mempertaruhkan IMAN Anda kepada barang-barang dan hal-hal di sekeliling Anda. Saat Anda mengakhiri hari dan hendak tidur, Anda sekali lagi BERIMAN bahwa Anda akan bangun esok hari.

Nah, jika kita BERIMAN kepada benda-benda dan hal-hal lain, mengapa seringkali kita TIDAK BERIMAN kepada Tuhan dan janji-janji-Nya? Di dalam Alkitab kita, saya pernah membaca entah di mana, paling tidak ada 8.810 janji yang terdiri dari 7.706 janji Tuhan di Perjanjian Lama dan 1.104 janji di Perjanjian Baru. Padahal, janji Tuhan itu ‘ya’ dan ‘amin’!

Meskipun janji Tuhan itu begitu banyak, sebenarnya kita bisa mempercayai Dia dalam 3 aspek hidup kita, yaitu sandang, pangan, dan papan. Sandang, misalnya, kita bisa mempercayai Firman Tuhan yang katakan, “Perhatikanlah bunga bakung, yang tidak memintal dan tidak menenun, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi, jika rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang percaya!” (Lukas 12:27-28).

Untuk pangan, kita tidak meragukan ayat ini: “Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya” (Matius 7:9-11).

Bagaimana dengan papan? Tuhan kita lebih luar biasa lagi. Rumah kita seringkali lebih baik ketimbang tempat ibadah kita, sampai Tuhan berkata, “Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?” (Hagai 1:4). Yang lebih luar biasa, Tuhan menyediakan papan terbaik saat kita meninggal dunia nanti. “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu” (Yohanes 14:2). Oleh sebab itu, mengapa kita perlu khawatir? Di Alkitab ada 365 ucapan Tuhan yang pada intinya berkata, “Jangan takut!” Artinya, setiap hari Tuhan memberi kita rasa aman sejati. Mari BERIMAN!

 

 

Be Sociable, Share!