ANDA ORANG CERDAS?

WWF_big

Manusia Tuhan ciptakan sebagai makhluk yang paling cerdas di muka bumi ini. Meskipun demikian, setiap kita memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda-beda. Coba test sederhana di bawah ini. Apa kesamaan di antara kata-kata yang tercetak di bawah ini?

Banana
Dresser
Grammar
Potato
Revive
Uneven
Assess
Bingung? Jangan cepat menyerah. Saya percaya, tanpa melihat kamus pun Anda tahu arti kata-kata itu. Mengapa kita bisa kebingungan menyelesaikan teka-teki yang sangat sederhana ini? Karena kita senang berpikir yang rumit-rumit. Saya percaya, banyak di antara Anda yang melihat deretan kata-kata itu mulai menerjemahkan kata-kata itu ke dalam bahasa Indonesia. Nah, ketika Anda mulai menerjemahkannya: pisang, meja rias, tata bahasa, kentang…. dan selanjutnya, Anda semakin bingung. Kok tampaknya deretan kata-kata ini tidak ada kesamaannya. Semakin kita pikirkan semakin sulit kita menemukan jawabannya.

Padahal, jawabannya sederhana, bahkan sangat sederhana. Sekarang, kalau Anda benar-benar menyerah, saya akan berikan jawabannya. Namun, jika Anda masih mau mencoba, jangan melirik jawaban ini: ambil huruf pertama dan pindahkan ke belakang. Setelah itu, baca kembali kata-kata itu, maka semua kata itu tidak berubah baik susunan hurufnya maupun artinya. Benar kan?

Teka-teka di atas mengajar kita lima hal. Pertama, Tuhan meminta kita untuk berpikir sederhana: “Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!” (Roma 12:16).

Kedua, kesombongan itu dosa: “Mata yang congkak dan hati yang sombong, yang menjadi pelita orang fasik, adalah dosa” (Amsal 21:4).

Ketiga, kecongkakan pasti mendapat konsekuensinya: “Sebab TUHAN semesta alam menetapkan suatu hari untuk menghukum semua yang congkak dan angkuh serta menghukum semua yang meninggikan diri, supaya direndahkan” (Yesaya 2:12).

Keempat, jika kita merasa diri kita pandai, kita justru akan dipermalukan: “Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat” (1 Korintus 1:27).

Kelima, marilah kita meninggikan Kristus saja!

Be Sociable, Share!