NILAI RAPOR MERAH

Diambil dari buku: 100 Kisah Kocak Yang Membuat Bijak – Xavier Quentin Pranata
Untuk pemesanan buku-buku Xavier Quentin Pranata, Hubungi SMS/WA Vera 0838 5475 4408

“Bagi saya, kata ‘bumerang’ berarti ‘menyebar abu dan mata terserang’.” Xavier Quentin Pranata

Suatu siang, sepulang dari sekolah, Joni melihat ayahnya sudah berada di rumah.

Joni: ”Pak, Joni sudah dibagi rapor.”
Bapak: ”Udah di bagi rapor? Coba bapak liat. Waduhhh kamu ini Joni jadi anak bodoh banget masa nilai di rapor kamu merah semua. Kalau begini Bapak percuma sekolahin kamu!” (dengan penuh emosi dan amarah yang meledak-ledak)
Joni (dengan bingung): ”Pak Pak sebentar dulu. Masa sih Pak, nilai Joni kan bagus semua gak ada yang merah.”
Bapak: ”Terus ini apa warna apa? Bukan warna merahhhhh?!”
Joni: ”Coba mana liat! Waduhhhhh kok banyak merahnya yaaa padahal tadi di sekolah gak ada merahnya sumpah deh, Pak.”
Bapak: ”Ah, kamu ini alasan!”
Joni: ”Ehh, sebentar. Kok ini rapor laporan tahun 1990, tahun sekarang kan tahun 2012. Coba lihat dulu sampul depannya ini rapor siapa. Yeee ini mah RAPOR BAPAK WAKTU DULU.”
Bapak: “???”

Point to Ponder: Tanpa kita sadari, seringkali kemarahan jika justru menunjukkan kelemahan kita. Apakah kita bisa mengendalikan emosi kita saat marah? Diragukan! Oleh sebab itu, bersikap dan bertindak hati-hati jauh lebih baik ketimbang responsif dan meledak-ledak.

Action Point: “Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan” (Amsal 14:29).

Be Sociable, Share!