MONYET PINTAR

Diambil dari buku: 100 Kisah Kocak Yang Membuat Bijak – Xavier Quentin Pranata

“Inovasi bukanlah inovasi jika tidak ada penambahan, pengurangan atau perbedaan.” Xavier Quentin Pranata

curiousSuatu ketika ada seorang penjual topi yang berjalan melintasi hutan. Cuaca saat itu sangat panas. Ia lalu memutuskan untuk beristirahat sejenak di bawah sebuah pohon besar. Sebelum merebahkan diri, ia meletakkan keranjang berisi topi-topi dagangan di sampingnya. Beberapa jam ia terlelap dan terbangun oleh suara-suara ribut. Hal pertama yang disadarinya adalah bahwa semua topi dagangannya telah hilang. Kemudian ia mendengar suara monyet-monyet di atas pohon. Ia mendongak ke atas. Betapa terkejutnya ia melihat pohon itu penuh dengan monyet. Dan, semua monyet itu mengenakan topi-topinya.

Penjual topi itu terduduk dan berpikir keras bagaimana caranya ia bisa mendapatkan kembali topi-topi dagangannya yang sekarang sedang dibuat main-main oleh monyet-monyet itu. Ia berpikir dan berpikir, dan mulai menggaruk-garukkan kepalanya. Lalu ia melihat monyet-monyet itu ternyata menirukan tingkah lakunya. Kemudian, ia melepas topinya dan mengipas-ngipaskan ke wajahnya. Dan monyet-monyet itu pun melakukan hal yang sama. Aha..! Ia pun mendapat ide..! Lalu ia membuang topinya ke tanah,  dan  monyet-monyet itu juga membuang topi-topi di tangan mereka ke tanah.  Segera saja si penjual itu mengumpulkan dan mendapatkan kembali semua  topi-topinya.  Ia pun melanjutkan perjalanannya.

Lima puluh tahun kemudian, cucu dari si penjual topi itu juga menjadi seorang penjual topi juga dan telah mendengar cerita tentang monyet-monyet  itu dari kakeknya. Suatu hari, persis seperti kakeknya, ia melintasi hutan yang sama. Udara sangat panas. Ia beristirahat di bawah pohon yang sama dan meletakkan keranjang berisi topi-topi dagangan di sampingnya. Sekali lagi, ketika terbangun ia menyadari kalau monyet-monyet telah mengambil semua topi-topinya. Ia pun teringat akan cerita kakeknya. Ia mulai menggaruk-garuk  kepala, dan monyet-monyet itu menirukannya. Ia melepas topinya dan  mengipas-ngipaskan ke wajahnya, monyet-monyet itu masih menirukannya.   Nah,  sekarang ia merasa yakin akan ide kakeknya. Kemudian ia melempar topinya  ke  tanah. Tapi kali ini ia yang terkejut, karena monyet-monyet itu tidak  menirukannya dan tetap memegangi topi itu erat-erat.

Kemudian, seekor monyet turun dari pohon, mengambil topi yang dilemparkan oleh cucu pedagang topi itu, lalu menepuk bahunya sambil berkata, “Memangnya  cuma kamu yang punya kakek…?”

 Point to Ponder: Menurut Anda, apa itu inovasi? Hal-hal apa saja yang menyuburkan daya kreativitas kita? Dan apa saja yang menumpulkannya? Jika kita melakukan hal yang sama terus-menerus, dapatkah kita mendapatkan hasil yang berbeda? Mengapa demikian?

Action Point: “Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah” (Daniel 12:4).

Be Sociable, Share!