LIDAH: MEMBERKATI ATAU MENGUTUK?

Diambil dari buku: 100 Kisah Yang Menyentuh Kalbu – Xavier Quentin Pranata

Jika engkau jujur, dan mengalir seperti malam yang bergulir setelah siang, engkau  tidak mungkin melakukan kesalahan terhadap siapapun. (Shakespeare)

Seorang penulis alkitab berkata, “Tidak seorang pun yang berkuasa menjinakkan lidah.” Seorang ahli filosofi dari Yunani menyuruh pelayannya untuk menyediakan hidangan yang terbaik.

Pelayan itu menyediakan hidangan lidah dan berkata: “Ini adalah hidangan yang terbaik, karena dengan lidah kita dapat memberkati dan berbagi kebahagiaan, menyingkirkan kesedihan, menyingkirkan keputusasaan, menghibur yang patah hati, menguatkan yang takut, dan mengatakan ratusan hal lainnya untuk memotivasi sesama.”

Kemudian, ahli filosofi itu menyuruh pelayannya untuk menyediakan hidangan yang terburuk yang dapat ia pikirkan. Hidangan lidah muncul di meja. Pelayan itu berkata, “Hidangan ini adalah yang terburuk, karena dengan lidah kita dapat mengutuk dan mematahkan hati manusia; menghancurkan reputasi; meningkatkan pertengkaran dan masalah; memecah keluarga, komunitas, dan bangsa dalam perang satu sama lain.”

Dia adalah seorang pelayan yang bijak. Salomo berkata, “Siapa menjaga lidahnya, memelihara nyawanya.” (J. Whitcomb Brougher)

Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku! Mazmur 141:3

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *