KADO TERINDAH

Diambil dari Buku: 100 Inspiring Stories – Xavier Quentin Pranata
Untuk pemesanan buku-buku Xavier Quentin Pranata, Hubungi SMS/WA Vera 0838 5475 4408

“Nilai sebuah kado seringkali diukur dari ketulisan sang pemberinya.” Xavier Quentin Pranata

Menjelang hari raya, seorang ayah membeli beberapa gulung kertas kado. Putrinya yang masih kecil, masih balita, meminta satu gulung. “Untuk apa?” tanya sang ayah.

“Untuk kado, mau kasih hadiah,” jawab si kecil. child-presents-gift-to-father-little-girl-her-48166689

“Jangan dibuang-buang ya,” pesan si ayah, sambil memberikan satu gulungan kecil.

Persis pada hari raya, pagi-pagi si kecil sudah bangun dan membangunkan ayahnya, “Pa, Pa, ada hadiah untuk Papa.”

Sang ayah yang masih malas-malasan, matanya pun belum melek, menjawab, “Sudahlah nanti saja.”

Tetapi si kecil pantang menyerah, “Pa, Pa, bangun Pa, sudah siang.”

“Ah, kamu gimana sih, pagi-pagi sudah bangunin Papa.” Ia mengenali kertas kado yang pernah ia berikan kepada anaknya. “Hadiah apa nih?”

“Hadiah hari raya untuk Papa. Buka dong Pa, buka sekarang.”

Dan sang ayah pun membuka bingkisan itu. Ternyata di dalamnya hanya sebuah kotak kosong.Tidak berisi apa pun juga. “Ah, kamu bisa saja. Bingkisannya kok kosong. Buang-buang kertas kado Papa. Kan mahal?”

Si kecil menjawab,”Nggak Pa, nggak kosong. Tadi, Putri masukin begitu buaanyaak ciuman untuk Papa.”

Sang ayah terharu, ia mengangkat anaknya. Dipeluknya, diciumnya. “Putri, Papa belum pernah menerima hadiah seindah ini. Papa akan selalu menyimpan boks ini. Papa akan bawa ke kantor dan sekali-sekali kalau perlu ciuman Putri, Papa akan mengambil satu. Nanti kalau kosong diisi lagi ya!”

Kotak kosong yang sesaat sebelumnya dianggap tidak berisi, tidak memiliki nilai apa pun, tiba-tiba terisi, tiba-tiba memiliki nilai yang begitu tinggi. Apa yang terjadi? Kendati kotak itu memiliki nilai yang sangat tinggi di mata sang ayah, di mata orang lain tetap juga tidak memiliki nilai apa pun. Orang lain akan tetap menganggapnya kotak kosong.
Kosong bagi seseorang bisa dianggap penuh oleh orang lain. Sebaliknya, penuh bagi seseorang bisa dianggap kosong oleh orang lain. Kosong dan penuh – dua-duanya merupakan produk dari “pikiran” anda sendiri. Sebagaimana ANDA memandangi hidup demikianlah kehidupan Anda. Hidup menjadi berarti, bermakna, karena Anda memberikan arti kepadanya, memberikan makna kepadanya. Bagi mereka yang tidak memberikan makna, tidak memberikan arti, hidup ini ibarat lembaran kertas yang kosong.

Point to Ponder: Apakah Anda merasa ‘kosong’ hari-hari ini? Jika pikiran Anda yang kosong dan melayang, mengapa tidak mencoba belajar hal-hal yang baru. Jika hati Anda yang kosong, coba pikirkan betapa banyak orang-orang terkasih di sekeliling Anda yang mengisinya dengan hal-hal yang berkesan untuk disimpan. Tugas kita hanyalah melihat yang tidak dilihat orang lain.

Action to Take: “Pemberian dengan sembunyi-sembunyi memadamkan marah, dan hadiah yang dirahasiakan meredakan kegeraman yang hebat” (Amsal 21:14).

Be Sociable, Share!