EMAS: Berapa Nilai Tubuh Kita?

Diambil dari Buku: 100 Kisah Yang Menguatkan Iman Anda  – Xavier Quentin Pranata
Untuk pemesanan buku-buku Xavier Quentin Pranata, Hubungi SMS/WA Vera 0838 5475 4408

Emas, perak, dan permata tidak akan ada artinya jika kita tidak mengenal Yesus. Xavier Quentin Pranata

Ketika melayani di Indonesian Family Church, Perth, Australia, saya sempat diajak jalan-jalan oleh Karen, isteri Pendeta Daniel Ong. Salah satu tempat yang sangat mengesankan saya adalah Perth Mint, yaitu pabrik pem­buatan koin emas dan ruang pamer berbagai produk emas.

Setelah melihat proses pembuatan emas batangan, saya hendak melihat bagaimana koin emas dibuat. “Xavier,” ujar Karen, “lebih baik kamu ke sini dulu.”

Saya melihat Karen sudah berdiri di atas timbangan be­sar. Berbeda dengan timbangan biasa, timbangan ini meng­ukur berapa nilai diri kita jika seluruh tubuh kita terbuat dari emas. Ketika saya berdiri di atas timbangan itu, saya melihat bahwa nilai diri saya sangat mahal. Padahal, saya tidak ter­lalu gemuk.

Meskipun demikian, saya tentu tidak mau menukar diri saya dengan emas seberat tubuh saya. Hidup saya jauh lebih berharga daripada emas. Mengapa? Karena saya adalah cip­taan Allah yang diciptakan serupa dan segambar dengan Dia serta ditebus oleh darah Kristus yang mahal. (Xavier Quen­tin Pranata)

“Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat” (I Ptr. 1: 18-19).

Be Sociable, Share!