Diambil dari buku: Laugh is Beautiful (Xavier Quentin Pranata)
Seorang anak SD memiliki kebiasaan yang membuat mamanya jengkel. Setiap pagi ketika hendak berangkat sekolah, jika tidak dicek oleh mamanya, pasti ada yang ketinggalan. Suatu hari dia berangkat tanpa membawa tas.
“Andi, tasmu mana?” tanya mamanya.
“Ya ampun, sorry Ma, lupa,” ujarnya sambil turun dari mobil dan berlari masuk ke rumah.
Keesokan harinya, dia berangkat tanpa memakai seragam. Tentu saja mamanya menghentikannya. “Andi, kamu mau ke sekolah atau ke mal?” tanya mamanya.
“Wah, iya, sorry Ma, Andi lupa,” jawabnya dan segera masuk ke kamar.
Suatu hari Anda dengan bangga bangun pagi. Setelah mandi dia segera makan pagi, mengenakan seragam dan memeriksa semua perlengkapan sekolahnya. Dengan bangga dia berkata, “Ma, hari ini Andi tidak melupakan apa pun!”
Mamanya memperhatikan Andi dari ujung rambut sampai telapak kaki. Semua beres. Lalu, dengan tersenyum sang mama berkata, “Andi, ini hari Minggu, mengapa engkau pakai seragam sekolah!” Dengan tersenyum kecut Anda berlari masuk ke kamarnya kembali.
Apa kata Alkitab tentang lupa? Pertama, kita tidak boleh melupakan bahwa kita adalah orang berdosa: “Ingatlah, janganlah lupa, bahwa engkau sudah membuat TUHAN, Allahmu, gusar di padang gurun. Sejak engkau keluar dari tanah Mesir sampai kamu tiba di tempat ini, kamu menentang TUHAN” (Ulangan 9:7).
Kedua, kita tidak boleh lupa bahwa Allahlah penolong kita: “Maka apabila TUHAN, Allahmu, sudah mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada segala musuhmu di sekeliling, di negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk dimiliki sebagai milik pusaka, maka haruslah engkau menghapuskan ingatan kepada Amalek dari kolong langit. Janganlah lupa!”” (Ulangan 25:19).
Ketiga, karena itu kita tidak boleh melupakan Firman Tuhan: “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung” (Yosua 1:8).
Keempat, iman tanpa perbuatan mati. Oleh sebab itu, kita bukan hanya tidak boleh melupakan Firman Tuhan, tetapi tidak boleh lupa juga memberi tumpangan: “Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat” (Ibrani 13:2).
Kelima, bukan hanya memberi tumpangan, tetapi kita juga harus berbuat baik: “Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah” (Ibrani 13:16).
Last but not least, apa yang kita lakukan itu belum seberapa dibandingkan apa yang Tuhan lakukan. Manusia bisa lupa, Tuhan tidak: “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau” (Yesaya 49:15). Oke, setelah membaca WOW, jangan lupa melakukannya! (Xavier)