TUGAS: Tiga Macam Pekerjaan Misi

Diambil dari buku: 100 Kisah Yang Menyentuh Kalbu (Xavier Quentin Pranata)

Hanya penderitaan hidup yang dapat mengajarkan kepada manusia akan arti keindahan dan nilai kehidupan.

Seorang istri misionaris yang sudah pensiun dan sakit menulis surat ini, yang isinya tampak sebagai kemenangan roh yang tak terkalahkan: “Suamiku tidak bisa berbicara selama dua puluh bulan, ada perawat yang merawatnya siang dan malam, dan tubuh bagian kanannya lumpuh. Seseorang melihat dan heran; ini adalah otak yang Tuhan pakai dan tingkatkan, ini adalah tangan yang menulis terjemahan Alkitab – dan sekarang dia tak berdaya! Tapi Firman Tuhan itu tidak terbatas; pesannya masih hidup; dan suatu hari pelayan-Nya yang setia akan berjalan ke cahaya matahari dan menyanyikan lagu orang yang dibebaskan . . . . Aku menikmati pekerjaan misi luar negeri, kemudian pekerjaan misi rumah setelah suamiku pensiun, dan sekarang aku hidup di pekerjaan penundukan diri. Hari demi hari aku memiliki tugas, dan Dia memberikanku kekuatan dan anugerah.” (Moody Monthly)

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, deikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Yeremia 29:11

Posted in Kisah | Leave a comment

BISA MAIN BIOLA

Diambil dari buku: 100 Gerr Dokter (Xavier Quentin Pranata)

Seorang baru saja menjalani operasi di tangannya. Ketika mau membuka gips-nya dia bertanya kepada dokternya, “Dok, apakah setelah ini saya bisa bermain biola?”

“Lho, mengapa tidak,” jawab dokternya penuh percaya diri, “pasti bisa.”

“Wah, ini mukjizat terbesar yang saya alami,” ujar pasien itu, “karena sebelumnya saya tidak bisa bermain biola.”

Posted in Humor | Leave a comment

TULIP

Diambil dari buku: 100 Kisah Cekak Yang Membuat Bijak (Xavier Quentin Pranata)

“Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus” (1 Korintus 12:12).

Pada musim semi yang lalu, saya sempat mengajak isteri berjalan-jalan melihat bunga tulip. Sudah sekian lama dia ingin melihat ciptaan Tuhan yang indah itu. Meskipun sudah memasuki musim semi, hawa dingin sisa-sisa winter masih menghunjam kulit. Namun, keinginan yang kuat untuk melihat indahnya tulip membuat kami betah berada di tempat terbuka selama berjam-jam.

Kami pindah dari satu hamparan tulip ke hamparan lainnya. Ada yang petaknya hanya diisi oleh tulip-tulip yang sewarna sehingga seperti karpet yang sangat indah. Ada juga yang dibuat berderet-deret sehingga menciptakan warna pelangi yang indah. Ada juga yang dibuat campur sehingga warna-warni alami muncul semua.

Ketika menikmati indahnya tulip yang berwarna-warni itu, saya teringat kondisi di tanah air yang seringkali tercabik-cabik oleh semangat kedaerahan. Di samping wilayah-wilayah yang ingin merdeka dari Indonesia, tanah air kita seringkali ternoda oleh konflik horizontal antarwilayah. Seberapa banyak kita mendengar atau melihat di televisi atau bahkan kita alami sendiri. Di Jakarta ada dua kampung bersebelahan yang seperti musuh bebuyutan sehingga sampai dibangun pagar, tetapi tetap bentrok. Di Kalimatan dan Sulawesi juga begitu. Papua sama saja.

Kekasih Tuhan, terus terang saya sedih. Mengapa? Kita sudah lama dipecah belah oleh Belanda dengan politi Devidet et Impera-nya, mengapa setelah merdeka kita juga masih menyimpan roh perpecahan? Jika kita berkelahi sendiri, bagaimana kita bisa membangun bangsa dan negara? Jangan sampai kita menjadi negara yang terus-menerus disebut negara berkembang karena sebelum menjadi maju sudah dikempiskan lebih dulu oleh kita sendiri sehingga menjadi negara kembang-kempis. Mari berubah ke arah yang lebih baik.

Doa: Bapa, ampuni kami jika kami tidak bisa rukun satu sama lain. Ajar kami untuk bersatu.

Posted in Inspirasi | Leave a comment

NEW RELEASE….

Kita sering mengalami berbagai peristiwa, gembira, sedih, marah, dan kecewa. Namun kita bisa menemukan hikmat dalam setiap peristiwa yang kita alami.

Dapatkan buku terbaru Xavier Quentin Pranata, 100 Wisdoms for Enriching Your Life. Buku ini diharapkan bisa memperkaya jiwa Anda karena terlebih dulu telah memperkaya jiwa penulis.

Untuk keterangan lebih lanjut hubungi:

Vera ( +62 8385 475 4408 atau pin BB 24C6DDD4)

 

Posted in New Release | Leave a comment

BERKAH DIBALIK MUSIBAH

Diambil dari buku Kisah Inspirasional Plus (Xavier Quentin Pranata)

 “Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.” (2 Kor. 12:9)

Indonesia menangis. Dua kalimat itu mungkin yang paling tepat untuk menggambarkan situasi dan kondisi kita saat ini. Bencana alam datang silih berganti. Tsunami, gempa, semburan lumpur, banjir datang tanpa diundang. Sakit penyakit seperti AIDS, cikungunya, demam berdarah, flu burung terus menerus meneror kita. Kecelakaan transportasi baik darat, laut maupun udara tanpa kenal lelah menghantui kita. Mengapa penderitaan menjadi langganan kita? Apa yang bisa kita lakukan?

Jawaban atas pertanyaan itu justru saya dapatkan dari beberapa buku yang memiliki judul yang kontroversial. Semua buku itu dimulai dengan pertanyaan yang sering kita tanyakan. Why A Good God Allow Suffering (Mengapa Allah yang Baik Mengizinkan Penderitaan); Where is God When It Hurts (Di Manakah Tuhan ketika Kita Menderita); bahkan When God Doesn’t Make Sense (Ketika Tuhan Tidak Masuk Akal).

Dari buku-buku itu saya belajar tentang The Gift of Pain alias berkah di balik musibah. Pertama, Tuhan mengizinkan penderitaan untuk menyadarkan kita bahwa kita adalah makhluk yang terbatas. Banyak hal yang sulit kita pahami. Otak kita tidak mampu memahami setiap fenomena alam yang terjadi. Itulah sebabnya kita harus bergantung harap kepada Tuhan.

Kedua, Tuhan ingin memperingatkan kita bahwa setiap perbuatan itu pasti ada konsekuensinya. Jika kita menggunduli hutan dan membuang sampah sembarangan, maka alam pun akan mengamuk. Air yang seharusnya menjadi sahabat kita bisa menjadi musuh kita. Api yang sangat bermanfaat untuk memasak justru bisa menjadi si jago merah yang menghanguskan rumah kita jika kita membuang puntung rokok sembarangan.

Ketiga, penderitaan itu bisa mempersatukan kita. Saat Tsunami melanda Aceh, gempa melanda Jogja dan lumpur menggenangi Sidoarjo, segenap lapisan masyarakat tanpa dikomando berdoa bersama dan bekerja bersama. Mereka tidak saja bekerja sama, tetapi sama-sama bekerja. Mari bergotong royong membangun bangsa.

Doa:

Bapa, meskipun sulit kumengerti, tetapi penderitaan seringkali membawa hikmat bagiku untuk melangkah lebih baik lagi.

Lima M:

  1. Membaca: Baca 1 Petrus 4:12-19.
  2. Mempelajari: Jika memungkinkan, baca salah satu dari ketiga buku yang ditulis di atas. Jika waktu tidak memungkinkan, baca buku saku bertema penderitaan yang  diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh Yayasan Gloria, Jogja. Apa yang Anda dapatkan?
  3. Merenungkan: Anda mungkin bukan korban bencana alam (atau terkena). Dari Firman Tuhan yang baru Anda baca, ada berapa macam penderitaan. Termasuk manakah penderitaan yang Anda alami?
  4. Mempraktikkan: Jika Anda sendiri sedang mengalami penderitaan, cobalah melakukan tindakan nyata berdasarkan perenungan di atas. Adakah dosa yang harus Anda akui di hadapan Tuhan. Jika Anda berbuat salah kepada orang lain, mintalah ampun. Jika Anda merasa tidak ada dosa lagi, terimalah penderitaan sebagai bagian dari kehidupan.
  5. Memberitakan: Bagikan apa yang Anda pelajari, renungkan dan praktikkan kepada orang-orang yang menurut Anda sedang mengalami penderitaan. Minimal 3 orang.

 

Ayat Hafalan:

“Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.” (Roma 8:18)

Posted in Inspirasi | Leave a comment

Diambil dari buku Bible Message (BBM) for Blackberry Messanger (BBM) – Xavier Quentin Pranata

Hidup adalah pilihan tapi begitu kita pilih tidak ada tombol undo. Yang ada tombol redo. Oleh sebab itu hati-hati dengan apa yang Anda pilih.

(Xavier Quentin Pranata)

Posted in Motivasi | Leave a comment

MENUNDA SAMA DENGAN MATI

Diambil dari Buku 100 Kisah Cekak Yang Membuat Bijak (Xavier Quentin Pranata)

“Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring” —   maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata” (Amsal 6:10-11).

John F. Kennedy, Presiden Amerika Serikat ke-35, sering menceritakan tentang Louis Hubert Gonzalve Lyautey. Jendral Perancis ini suatu kali meminta tukang kebunnya untuk menanam pohon. “Pak, pohon jenis ini lambat sekali tumbuhnya dan baru besar setelah berusia 100 tahunan,” ujar tukang kebunnya.

“Kalau begitu, mengapa engkau tidak menanamnya sekarang supaya tidak buang-buang waktu!” jawab jenderal karismatis itu.

Saya sangat mengamini dengan pelajaran yang Kennedy berikan. Mengapa? Karena saya pernah bekerja tujuh belas tahun di media massa. Media massa cetak—koran, majalah, tabloid—memiliki istilah yang sangat populer yaitu death line. Apa artinya garis mati itu? Jika kita terlambat menyerahkan karya kita sampai waktu yang ditentukan, maka karya itu tidak ada artinya lagi. Apalagi jika tulisan itu berupa berita untuk koran harian. Jadi, begitu lewat tanggal yang ditentukan, maka nasib tulisan itu jelas: mati.

Kekasih Tuhan, oleh sebab itu, melakukan tugas dengan segera itu harga mati. Jika kita menunda pekerjaan kita, bukan saja kita berisiko kehilangan momentum, tetapi juga kehilangan penghasilan. Seorang sahabat saya bercerita bahwa dia pernah mengimport aksesoris handphone dari RRT. Namun, karena pengirimannya terlalu lama, sesampai di tanah air, handphone model itu sudah kuno dan berganti dengan yang baru. Otomatis aksesorisnya tidak laku dijual!

Doa: Bapa, beri aku kesadaran bahwa waktu itu tidak bisa menunggu. Begitu lewat maka aku akan kehilangan kesempatan.

Posted in Inspirasi | Leave a comment

DISURUH ISTRI

Diambil dari Buku 100 humor Suami Istri (Xavier Quentin Pranata)

Di depan pintu Surga tergantung papan bertuliskan, ‘UNTUK PARA LELAKI YANG SELAMA INI DIPERINTAH ISTRI MEREKA’. Di bawahnya terlihat barisan yang panjang sekali tiada habis-habisnya. Di sebelah papan itu, tergantung papan yang bertuliskan, ‘UNTUK PARA LELAKI YANG SELAMA INI TIDAK DIPERINTAH ISTRI MEREKA’. Di bawahnya, terlihat seorang lelaki. Rabbi menghampiri lelaki tersebut. “Mengapa kau berdiri disitu?” tanya Rabbi.

“Mana kutahu?” kata lelaki itu sambil menoleh kesana kemari, “Aku disuruh istriku.”

Posted in Humor | Leave a comment

TERJATUH TETAPI TETAP TEGUH

Diambil dari buku 100 Wisdom For Today (Xavier Quentin Pranata)

“Apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya” (Mazmur 37:24).

Saya pernah membaca sebuah kisah kuno yang sarat makna. Seekor keledai terjatuh di sebuah lubang di tanah. Dia mencoba untuk memanjat keluar, tetapi setiap kali dia melakukannya, dia gagal. Dia berteriak-teriak tetapi tidak seorang pun yang datang menolongnya. Karena terus-menerus menjerit minta tolong akhirnya pemiliknya datang, tetapi tidak menolong. “Keledai ini sudah tua dan merepotkan. Lebih baik saya kubur saja sekalian,” ujarnya.

Tidak lama kemudian orang-orang kampung menolong pemilik keledai itu untuk menimbun lubang itu dengan tanah. Mula-mula keledai itu sangat ketakutan karena mau dikubur hidup-hidup. Namun, tiba-tiba dia mendapatkan ide. Setiap kali tanah menimbun tubuhnya, dia menggoyang-goyangkan tubuhnya sehingga tanah itu jatuh ke kiri dan kanannya. Lalu dia naik ke atas tanah itu. Makin lama tanahnya makin tinggi dan tidak lama kemudian dia berhasil melompat keluar dari lubang itu.

Kekasih Tuhan, seringkali di dalam hidup, kita pun menghadapi masalah seperti keledai itu. Masalah datang bertubi-tubi. Sudah jatuh, tertimpa tangga, digigit anjing gila pula. Kita bisa berteriak minta tolong. Namun, teriakan minta tolong terbaik kita tujukan kepada Tuhan. Saya percaya, Tuhan sanggup mengangkat kita dari lubang. Kalau tidak, dia akan mengirimkan bantuan untuk menimbuni tanah di bawah kaki kita, sehingga kita bisa keluar dari lubang itu. Percayalah kepada Tuhan, maka Dia akan bertindak.

Doa: Bapa, ampuni aku jika seringkali aku kurang percaya kepada-Mu. Lewat renungan bijak hari ini, aku belajar untuk mempercayakan diri kepada-Mu.

Posted in Inspirasi | Leave a comment

BOLA KACA, BOLA KARET

Diambil dari buku 100 Inspiring Stories (Xavier Quentin Pranata)

“Jadilah bola pingpong yang semakin dibanting semakin tinggi melenting!” Xavier Quentin Pranata

Brian Dyson, mantan eksekutif Coca Cola, pernah menyampaikan pidato yang sangat menarik, “Bayangkan hidup itu seperti pemain akrobat dgn lima bola di udara. Anda bisa menamai bola itu dengan sebutan Pekerjaan, Keluarga, Kesehatan, Sahabat, dan Semangat. Anda semuanya harus menjaga semua bola itu tetap di udara dan jangan sampai ada yang terjatuh. Kalaupun situasi mengharuskan Anda melepaskan salah satu di antara lima bola tersebut, lepaskanlah pekerjaan karena pekerjaan adalah BOLA KARET. Pada saat Anda menjatuhkannya, suatu saat ia akan melambung kembali, namun 4 bola lain seperti: Keluarga, Kesehatan, Sahabat dan Semangat adalah BOLA KACA. Jika Anda menjatuhkannya, akibatnya bisa sangat fatal!

Brian Dyson mencoba mengajak kita hidup secara seimbang. Pada kenyataannya, kita terlalu menjaga pekerjaan yamg adalah bola karet, bahkan kita mengorbankan Keluarga, Kesehatan, Sahabat dan Semangat demi menyelamatkan bola karet tersebut. Demi uang atau pekerjaan, kita mengabaikan keluarga. Demi meraih sukses dalam pekerjaan, kita jadi workaholic dan tidak memperhatikan kesehatan. Bahkan demi uang atau pekerjaan, kita rela menghancurkan hubungan dengan sahabat yang telah kita bangun bertahun tahun lamanya. Bukan berarti pekerjaan tidak penting, jangan sampai pekerjaan atau uang menjadi berhala dalam hidup kita.

Ingatlah, kalaupun kita kehilangan uang masih bisa kita cari lagi, tapi jika Keluarga sudah terjual, kemana kita membelinya lagi?

Point to Ponder: Kita tentu pernah mendengar banyak ungkapan tentang bola. Bola panas, artinya, masalah yang akan semakin membesar jika tidak segera kita selesaikan. Kedua menjemput bola. Artinya, kita adalah orang yang proaktif. Sebelum masalah tiba, kita sudah mengantisipasinya. Nah, apakah kita seorang yang suka melempar bola panas atau penjemput bola? Pilihan di tangan kita.

Action to Ponder: “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus” (Filipi 2:5).

Posted in Kisah | Leave a comment