NEW RELEASE – SUKSES SEUTUHNYA

SUKSES SEUTUHNYA – 366 RENUNGAN UNTUK DUNIA KERJA DAN USAHA

Ada banyak tantangan dan cobaan yang semakin beragam di dunia kerja saat ini. Banyak orang menjadi semakin kehilangan sifat-sifat Allah dalam dirinya. Persaingan dalam usaha menjadikan banyak pihak berusaha keras dengan banyak cara, termasuk dengan menjatuhkan saingan secara licik bahkan keji. Alkitab, sebagai pedoman hidup orang Kristen, banyak memberikan petunjuk bagi orang Kristen untuk menjalani hari, termasuk cara hudup di dunia kerja. Namun, sering kali karena kesibukan, orang-orang tidak punya waktu untuk membaca Alkitab.

Renungan setahun ini akan membantu Anda untuk semakin bertumbuh dan tidak meninggalkan identitas Anda sebagai anak-anak Allah dalam dunia kerja. Melalui banyak kisah inspirasional di dalamnya, Anda akan mampu menjadi pribadi yang serupa dengan Kristus dalam pekerjaan Anda. Dengan demikian, Anda tidak hanya semakin diberkati dalam dunia kerja, tetapi juga menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar Anda.

Awali hari Anda dengan renungan singkat yang sungguh membangun ini dan jadikan diri Anda bekerja bukan dengan cara duniawi, melainkan dengan cara Allah.

Posted in New Release | Leave a comment

KETENANGAN BATIN

Diambil dari buku: Sukses Seutuhnya (Xavier Quentin Pranata)

“Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat” (Roma 13:7).

Profesional, seorang pengusaha menceritakan bagaimana dia bergumul masalah copyright. Lewat media massa dia tahu bahwa pemerintah semakin lama semakin ketat mengontrol pelanggaran copyright. Padahal, dia tahu bahwa software yang ada di kantornya adalah software bajakan. Namun, untuk menggantinya dengan software yang asli dibutuhkan biaya yang cukup besar. “Yang berat adalah fakta bahwa perusahaan lain pun memakai software bajakan. Jika yang lain pakai, mengapa saya tidak?” ujarnya seolah kepada dirinya sendiri.

Namun, semakin hari hati nuraninya semakin dipertajam oleh Tuhan. Suatu hari, dia bertekad untuk taat kepada pemerintah. Semua software komputer di kantornya diganti asli. “Memang memberatkan uang perusahaan, tetapi meringankan hati saya,” ujarnya. Ketenangan hatinya membuat kerjanya lebih tenang juga. Karena bekerja dengan hati yang tenang, pekerjaannya jadi semakin baik. Order semakin banyak. Kini dia bisa menikmati ketaatannya kepada Roh Kudus.

Profesional, untuk melakukan sesuatu yang benar seringkali harus dipaksa. Untuk melakukan sesuatu yang benar seringkali harus menerima tekanan yang berat dari lingkungan. Namun, jika kita merasa yakin bahwa apa yang kita lakuka sudah benar, jangan ragu-ragu lagi untuk melangkah. Tuhan akan memampukan kita untuk melakukannya. Mau mencoba? (Xavier).

Doa: Bapa, aku bersyukur bahwa Engkau senantiasa menegurku lewat hati nurani  yang murni.

 

Posted in Renungan | Leave a comment

It is not a coincidence that Christmas comes before New Year, because Christmas prepares us to have a new heart for a new year. (Xavier Quentin Pranata)

Posted in Umum | Leave a comment

LAST BUT NOT LEAST

Diambil dari buku: 366 Renungan Untuk Menjadi Pribadi Profesional (Xavier Quentin Pranata)

“Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi” (1 Tesalonika 4:1).

Profesional, kita sering membaca atau mendengar frasa “Last but not least”. Artinya jelas sekali, bahwa yang terakhir belum tentu yang paling tidak penting. Sebaliknya, justru banyak hal-hal penting yang disampaikan. Perhatikan orang-orang yang hampir meninggal. Ucapannya bahkan bisa dijadikan pegangan, misalnya dalam hal warisan.

Ketika hendak naik ke surga, Yesus pun berpesan, “Jawab-Nya: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.  Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi”” (Kisah 1:7-8). Sebelum naik ke surga, Yesus memberitahu kita bahwa karena Roh Kudus dicurahkan atas kita, maka kita akan menjadi saksi bagi-Nya di berbagai negara di dunia.

Profesional, apa yang telah Anda lakukan sepanjang tahun ini. Jika Anda sudah melakukan apa yang benar di hadapan Tuhan, bertekadlah untuk lebih sungguh-sungguh lagi melakukannya di tahun yang baru. “Be a star in the marketplace!”

Doa: Bapa, terima kasih karena telah menyertaiku sepanjang tahun ini. Pimpin aku kembali di tahun yang akan datang dengan hikmat dan pewahyuan baru.

Posted in Renungan | Leave a comment

PESAN SATU POTONG SAJA

Diambil dari buku: 100 Ngakak Anak (Xavier Quentin Pranata)

Suatu hari, Budi disuruh ibunya untuk membeli ayam di suatu fastfood restaurant (rumah makan cepat saji). Ibunya berpesan untuk cepat kembali, karena hari sudah hampir malam. Sesampai di restoran, Budi berkata, “Pak, saya beli 3 potong ayam.” kata Budi.

“Bisa, cuma harus menunggu 3 menit karena harus dibikin dahulu.” kata pelayan dengan sopan.

“Wah, kelamaan, Pak,” sambil berpikir sejenak, “Ya sudah, saya beli satu potong ayam saja biar bisa 1 menit.”

Posted in Humor | Leave a comment

Milkshake menjadi minuman yang enak karena mengalami goncangan. Kita pun akan jadi pribadi yang tangguh jika mampu bertahan terhadap goncangan dan tidak keluar dari wadah rencana Tuhan.

(Xavier Quentin Pranata)

Posted in Motivasi | Leave a comment

KRISIS PERNIKAHAN

Diambil dari buku: 100 Humor Suami Istri (Xavier Quentin Pranata)

Sepasang suami istri baru saja bertengkar selama beberapa waktu. Setelah hati dan kepala mulai dingin, si istri menghampiri suaminya yang sedang melihat-lihat surat kawin mereka, “Apa yang sedang kamu lakukan?”

Si suami mencoba menyembunyikan dokumen yang ada di tangannya dan berkata, “Aku tidak melakukan apa-apa.”

Si istri yang telah melihat dokumen itu, sangat kecewa. “Tidak melakukan apa-apa? Aku melihatmu membaca surat kawin kita. Mengapa kamu berbohong! Kamu sudah mengamati surat kawin itu, dari atas sampai bawah, dibolak-balik lagi! Untuk apa itu?”

Merasa kesal, si suami berkata, “Baiklah jika kamu ingin tahu. Dari tadi aku sedang mencari tanggal kadaluarsa surat kawin ini!”

Posted in Humor | Leave a comment

KERJA KERAS

Diambil dari buku: 100 Wisdom For Today (Xavier Quentin Pranata)

“Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan” (Efesus 4:28).

Suatu siang, iseng-iseng saya sms kepada seorang teman lama yang karena kesibukan masing-masing tidak pernah kontak selama bertahun-tahun. SMS saya segera mendapatkan balasan yang cepat, “Xavier, saya ada di Surabaya sekarang. Besok kita breakfast sama-sama ya!”

Ketika kami makan pagi bersama di sebuah hotel, waktu berlalu dengan cepatnya. Kami saling berbagi cerita kesibukan masing-masing. Teman saya itu sekarang telah menjadi seorang guru besar di sebuah kampus yang sangat terkenal di tanah air. Saya lalu teringat bagaimana pada awal kariernya sebagai dosen, dia selalu bekerja keras. Setiap kali bertemu dengannya, yang menjadi ciri khasnya adalah rambutnya yang tidak terlalu rapi dan matanya yang senantiasa memerah. Pengasuh anaknya pernah berkata, “Bapak selalu begadang setiap hari di meja kerjanya. Kalau tidak menulis ya ngutak-atik komputer!” Dia memang jago komputer. Bahkan ketika meneruskan studi pascasarjanya di Amerika, dosennya pun kalah pintar di bidang mesin pintar ini.

Kini dia telah menuai panen dari hasil kerja kerasnya. Dia menjadi dosen terbang yang sangat laris. Banyak perguruan tinggi negeri maupun swasta di tanah air yang memintanya secara reguler untuk mengajar di kampus mereka. Namun, yang kukagumi bukan hanya itu, tetapi imannya yang kuat kepada Tuhan. Di setiap bukunya, dia selalu memberi apresiasi utama kepada Tuhan. Saat kami harus berpisah, dia memberi saya buku terbarunya. Saat saya buka, di halaman depan ada tulisan: “Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!” Tuhan memang baik! Setuju?

Doa: Bapa, jadikanlah diriku seorang pekerja keras, sehingga aku bisa menghidupi keluargaku dan membantu orang lain yang berkekurangan.

Posted in Inspirasi | Leave a comment

PELUPA

Diambil dari buku: Laugh Is Beautiful (Xavier Quentin Pranata)

Seorang anak SD memiliki kebiasaan yang membuat mamanya jengkel. Setiap pagi ketika hendak berangkat sekolah, jika tidak dicek oleh mamanya, pasti ada yang ketinggalan. Suatu hari dia berangkat tanpa membawa tas.

“Andi, tasmu mana?” tanya mamanya.

“Ya ampun, sorry Ma, lupa,” ujarnya sambil turun dari mobil dan berlari masuk ke rumah.

Keesokan harinya, dia berangkat tanpa memakai seragam. Tentu saja mamanya menghentikannya. “Andi, kamu mau ke sekolah atau ke mal?” tanya mamanya.

“Wah, iya, sorry Ma, Andi lupa,” jawabnya dan segera masuk ke kamar.

Suatu hari Anda dengan bangga bangun  pagi. Setelah mandi dia segera makan pagi, mengenakan seragam dan memeriksa semua perlengkapan sekolahnya. Dengan bangga dia berkata, “Ma, hari ini Andi tidak melupakan apa pun!”

Mamanya memperhatikan Andi dari ujung rambut sampai telapak kaki. Semua beres. Lalu, dengan tersenyum sang mama berkata, “Andi, ini hari Minggu, mengapa engkau pakai seragam sekolah!” Dengan tersenyum kecut Anda berlari masuk ke kamarnya kembali.

Apa kata Alkitab tentang lupa? Pertama, kita tidak boleh melupakan bahwa kita adalah orang berdosa: “Ingatlah, janganlah lupa, bahwa engkau sudah membuat TUHAN, Allahmu, gusar di padang gurun. Sejak engkau keluar dari tanah Mesir sampai kamu tiba di tempat ini, kamu menentang TUHAN” (Ulangan 9:7).

Kedua, kita tidak boleh lupa bahwa Allahlah penolong kita: “Maka apabila TUHAN, Allahmu, sudah mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada segala musuhmu di sekeliling, di negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk dimiliki sebagai milik pusaka, maka haruslah engkau menghapuskan ingatan kepada Amalek dari kolong langit. Janganlah lupa!”” (Ulangan 25:19).

Ketiga, karena itu kita tidak boleh melupakan Firman Tuhan: “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung” (Yosua 1:8).

Keempat, iman tanpa perbuatan mati. Oleh sebab itu, kita bukan hanya tidak boleh melupakan Firman Tuhan, tetapi tidak boleh lupa juga memberi tumpangan: “Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat” (Ibrani 13:2).

Kelima, bukan hanya memberi tumpangan, tetapi kita juga harus berbuat baik: “Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah” (Ibrani 13:16).

Last but not least, apa yang kita lakukan itu belum seberapa dibandingkan apa yang Tuhan lakukan. Manusia bisa lupa, Tuhan tidak: “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau” (Yesaya 49:15). Oke, setelah membaca WOW, jangan lupa melakukannya! (Xavier)

 

Posted in Inspirasi | Leave a comment

TIDAK BOLEH BERBISIK-BISIK

Diambil dari buku: 100 Ha Ha Pendeta (Xavier Quentin Pranata)

Pada suatu malam seorang Gembala Sidang diundang oleh salah anggota jemaat untuk makan malam bersama dengan keluarganya. Setelah selesai makan malam dan ketika makanan pencuci mulut sedang dihidangkan, tiba-tiba anak laki-laki dari keluarga tersebut yang baru berumur tujuh tahun terlihat hendak membisikkan sesuatu kepada ibunya.

“Nak, tidaklah sopan berbisik-bisik di depan tamu yang sedang menikmati makan malam, katakan saja, tidak perlu berbisik-bisik,” kata ibunya.

Setelah mendapat ijin dari ibunya, anak laki-laki itu langsung berkata, “Mama, Pak Pendeta makannya banyak ya…”

Posted in Humor | 1 Comment