KEDATANGAN TUHAN: “Bagaimana Kalau Itu Hari Ini!”

Diambil dari buku: 100 Kisah Yang Menyentuh Kalbu (Xavier Quentin Pranata)

Kita harus menantikan kedatangan Tuhan dalam keadaan apapun. Nantikan, dan Dia akan datang. Dia tidak akan pernah datang kepada orang yang tidak menantikanNya.

F.W. Faber

Seorang pelancong menemukan sebuah villa yang indah yang terletak di pinggir danau di Switzerland, jauh dari keramaian turis-turis. Pelancong itu mengetuk pintu gerbang taman dan seorang penjaga villa yang sudah tua membuka pintu gerbang yang berat itu dan mempersilahkan dia masuk. Orang tua itu nampaknya senang melihat pelancong itu dan mengantarkannya berkeliling di taman yang indah itu.

“Sudah berapa lama Anda di sini?” pelancong itu bertanya. “Dua puluh empat tahun.” “Dan seberapa sering tuan Anda ke sini selama itu?” “Empat kali.” “Kapan terakhir kali dia ke sini?” “Dua belas tahun yang lalu.” “Dia sering mengirim surat?” “Tidak pernah sekalipun.” “Dari mana Anda menerima gaji Anda?” “Agennya di Mainland.” “Tapi agen itu sering ke sini?” “Dia tidak pernah ke mari.” “Jadi siapa yang datang?” “Saya hampir selalu sendiri – bahkan sangat-sangat jarang seorang asing datang.” “Tapi Anda memiliki taman yang sangat teratur, semuanya berbunga, layaknya Anda mengharapkan kedatangan tuan Anda besok!” “Seperti kalau dia datang hari ini, tuan, hari ini;” kata orang tua itu.

Siap untuk kedatangan Tuhan kita hari ini adalah tugas kita, walaupun kedatangan-Nya mungkin masih lama di masa depan. (New Century Leader)

Karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari TUHAN datang seperti pencuri pada malam. Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman-maka tiba-tiba mereka ditimpa kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin- mereka pasti tidak akan luput. 1 Tesalonika 5:2-3


Posted in Kisah | Leave a comment

CURIGA

Diambil dari buku: 100 Ger Dokter (Xavier Quentin Pranata)

Seorang pasien dinyatakan harus operasi. Untuk itu dia dibawa ke ruang operasi. Saat dokter anastesi mau melakukan tugasnya, pasien itu tiba-tiba saja meminta dompetnya dan menghitung uang yang ada di dalamnya.

“Pak, bayarnya nanti saja setelah operasi selesai dan Bapak sudah diizinkan pulang ke rumah,” jelas dokter itu.

“O, saya tidak mau membayar biaya operasi, Dok,” ujar pasien itu dengan wajah penuh rasa bersalah, “Saya hanya menghitung uang saya. Takut setelah operasi selesai,  uang saya berkurang!”

 

Posted in Humor | Leave a comment

DIMANA HARTAMU BERADA

Diambil dari buku: Kisah Inspirasional Plus (Xavier Quentin Pranata)

“Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” (Mat. 6:21).

Dua orang yang bersahabat karib sedang berjalan. Yang seorang berasal dari suku Indian asli, sedangkan yang lainnya orang kulit putih. Saat mereka berjalan menyusuri sebuah jalan pedesaan, tiba-tiba sang Indian berkata kepada temannya yang kulit putih, “Dengarkan. Ada suara cengkerik.”

“Mana? Mana? Aku kok tidak mendengar apa-apa?” tanya temannya.

Tiba-tiba orang Indian itu mendekati sebuah batu yang ada rerumputannya. Sambil menyibakkan batu itu dia berkata, “Ini dia!” Di sana memang ada seekor cengkerik yang langsung berhenti mengerik.

Mereka meneruskan perjalanan kembali. Mereka sampai ke perkotaan. Di tengah situasi yang hiruk pikuk itu, sang Indian sengaja menjatuhkan uang logamnya. Meskipun bunyinya hampir tidak terdengar di tengah keriuhan lalulintas yang padat, temannya yang kulit putih itu langsung berhenti dan berkata, “Hei, ada uang jatuh!” Dalam waktu singkat matanya sudah menemukan uang itu.

Mengapa orang kulit putih itu tidak bisa mendengarkan suara cengkerik meskipun suasananya tenang sekali? Karena hatinya tidak ada di situ. Mungkin otaknya dipenuhi oleh hal-hal lain sehingga suara yang ‘tidak berguna’ disortir oleh otaknya. Sedangkan ketika berada di tempat yang ramai, bunyi uang jatuh saja kedengaran. Itulah sebabnya mengapa Firman Tuhan dengan tegas mengatakan “Di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.”

Kekasih Tuhan, marilah kita memperhatikan hal-hal yang menurut ukuran dunia tidak penting tetapi sangat berharga di mata Tuhan, yaitu kerohanian kita. Mari jaga hati kita agar tidak tercemar oleh hal-hal yang sementara sifatnya. Hal-hal yang abadi, meskipun seringkali tidak terlihat, justru merupakan prioritas utama di dalam hidup yang perlu kita kejar, karena yang sementara akan hilang, sedangkan yang abadi itu bersifat kekal. Jangan salah pilih.

Doa: Bapa, terima kasih karena mengingatkan aku kembali akan prioritas utama di dalam hidupku.

 

Posted in Inspirasi | Leave a comment

CINTA DAN PERNIKAHAN

Diambil dari buku: 100 Ha Ha Pendeta (Xavier Quentin Pranata)

Semalam aku dan ayahku sedang bercakap-cakap tentang cinta dan pernikahan. Ia memberitahuku bahwa ketika ayah dan ibu menikah dulu, ia langsung tahu bakal seperti apa rumah tangganya nanti.

Pada waktu itu saat Pendeta bertanya kepada ibu, “Apakah engkau bersedia menerima pria ini sebagai suamimu?” Dan ibuku menjawab, “Saya bersedia!”

Kemudian Pendeta bertanya kepada ayahku, “Apakah engkau bersedia menerima wanita ini sebagai istrimu.”

Dengan cepat ibu menjawab, “Ya .. ya … dia bersedia …!”

 

Posted in Humor | Leave a comment

NEW RELEASE – SUKSES SEUTUHNYA

SUKSES SEUTUHNYA – 366 RENUNGAN UNTUK DUNIA KERJA DAN USAHA

Ada banyak tantangan dan cobaan yang semakin beragam di dunia kerja saat ini. Banyak orang menjadi semakin kehilangan sifat-sifat Allah dalam dirinya. Persaingan dalam usaha menjadikan banyak pihak berusaha keras dengan banyak cara, termasuk dengan menjatuhkan saingan secara licik bahkan keji. Alkitab, sebagai pedoman hidup orang Kristen, banyak memberikan petunjuk bagi orang Kristen untuk menjalani hari, termasuk cara hudup di dunia kerja. Namun, sering kali karena kesibukan, orang-orang tidak punya waktu untuk membaca Alkitab.

Renungan setahun ini akan membantu Anda untuk semakin bertumbuh dan tidak meninggalkan identitas Anda sebagai anak-anak Allah dalam dunia kerja. Melalui banyak kisah inspirasional di dalamnya, Anda akan mampu menjadi pribadi yang serupa dengan Kristus dalam pekerjaan Anda. Dengan demikian, Anda tidak hanya semakin diberkati dalam dunia kerja, tetapi juga menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar Anda.

Awali hari Anda dengan renungan singkat yang sungguh membangun ini dan jadikan diri Anda bekerja bukan dengan cara duniawi, melainkan dengan cara Allah.

Posted in New Release | Leave a comment

KETENANGAN BATIN

Diambil dari buku: Sukses Seutuhnya (Xavier Quentin Pranata)

“Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat” (Roma 13:7).

Profesional, seorang pengusaha menceritakan bagaimana dia bergumul masalah copyright. Lewat media massa dia tahu bahwa pemerintah semakin lama semakin ketat mengontrol pelanggaran copyright. Padahal, dia tahu bahwa software yang ada di kantornya adalah software bajakan. Namun, untuk menggantinya dengan software yang asli dibutuhkan biaya yang cukup besar. “Yang berat adalah fakta bahwa perusahaan lain pun memakai software bajakan. Jika yang lain pakai, mengapa saya tidak?” ujarnya seolah kepada dirinya sendiri.

Namun, semakin hari hati nuraninya semakin dipertajam oleh Tuhan. Suatu hari, dia bertekad untuk taat kepada pemerintah. Semua software komputer di kantornya diganti asli. “Memang memberatkan uang perusahaan, tetapi meringankan hati saya,” ujarnya. Ketenangan hatinya membuat kerjanya lebih tenang juga. Karena bekerja dengan hati yang tenang, pekerjaannya jadi semakin baik. Order semakin banyak. Kini dia bisa menikmati ketaatannya kepada Roh Kudus.

Profesional, untuk melakukan sesuatu yang benar seringkali harus dipaksa. Untuk melakukan sesuatu yang benar seringkali harus menerima tekanan yang berat dari lingkungan. Namun, jika kita merasa yakin bahwa apa yang kita lakuka sudah benar, jangan ragu-ragu lagi untuk melangkah. Tuhan akan memampukan kita untuk melakukannya. Mau mencoba? (Xavier).

Doa: Bapa, aku bersyukur bahwa Engkau senantiasa menegurku lewat hati nurani  yang murni.

 

Posted in Renungan | Leave a comment

It is not a coincidence that Christmas comes before New Year, because Christmas prepares us to have a new heart for a new year. (Xavier Quentin Pranata)

Posted in Umum | Leave a comment

LAST BUT NOT LEAST

Diambil dari buku: 366 Renungan Untuk Menjadi Pribadi Profesional (Xavier Quentin Pranata)

“Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi” (1 Tesalonika 4:1).

Profesional, kita sering membaca atau mendengar frasa “Last but not least”. Artinya jelas sekali, bahwa yang terakhir belum tentu yang paling tidak penting. Sebaliknya, justru banyak hal-hal penting yang disampaikan. Perhatikan orang-orang yang hampir meninggal. Ucapannya bahkan bisa dijadikan pegangan, misalnya dalam hal warisan.

Ketika hendak naik ke surga, Yesus pun berpesan, “Jawab-Nya: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.  Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi”” (Kisah 1:7-8). Sebelum naik ke surga, Yesus memberitahu kita bahwa karena Roh Kudus dicurahkan atas kita, maka kita akan menjadi saksi bagi-Nya di berbagai negara di dunia.

Profesional, apa yang telah Anda lakukan sepanjang tahun ini. Jika Anda sudah melakukan apa yang benar di hadapan Tuhan, bertekadlah untuk lebih sungguh-sungguh lagi melakukannya di tahun yang baru. “Be a star in the marketplace!”

Doa: Bapa, terima kasih karena telah menyertaiku sepanjang tahun ini. Pimpin aku kembali di tahun yang akan datang dengan hikmat dan pewahyuan baru.

Posted in Renungan | Leave a comment

PESAN SATU POTONG SAJA

Diambil dari buku: 100 Ngakak Anak (Xavier Quentin Pranata)

Suatu hari, Budi disuruh ibunya untuk membeli ayam di suatu fastfood restaurant (rumah makan cepat saji). Ibunya berpesan untuk cepat kembali, karena hari sudah hampir malam. Sesampai di restoran, Budi berkata, “Pak, saya beli 3 potong ayam.” kata Budi.

“Bisa, cuma harus menunggu 3 menit karena harus dibikin dahulu.” kata pelayan dengan sopan.

“Wah, kelamaan, Pak,” sambil berpikir sejenak, “Ya sudah, saya beli satu potong ayam saja biar bisa 1 menit.”

Posted in Humor | Leave a comment

Milkshake menjadi minuman yang enak karena mengalami goncangan. Kita pun akan jadi pribadi yang tangguh jika mampu bertahan terhadap goncangan dan tidak keluar dari wadah rencana Tuhan.

(Xavier Quentin Pranata)

Posted in Motivasi | Leave a comment